Wakil Kepala BPS RI: SE2026 Ukur Kontribusi Pendidikan bagi Ekonomi DIY

Yogyakarta, Terdepan.id – Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Jul 08, 2026 - 00:00
0 0
Wakil Kepala BPS RI: SE2026 Ukur Kontribusi Pendidikan bagi Ekonomi DIY

Yogyakarta, Terdepan.id – Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pencanangan ini menjadi langkah awal bagi upaya pemetaan fundamental struktur perekonomian daerah yang lebih akurat dan menyeluruh. Sonny menegaskan bahwa sensus kali ini akan difokuskan untuk menangkap kontribusi sektor pendidikan—yang selama ini menjadi identitas utama Yogyakarta—terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) secara lebih presisi.

DIY dikenal bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan nasional, tetapi juga memiliki daya tahan ekonomi yang terbukti tangguh dalam berbagai siklus krisis. Keberadaan puluhan perguruan tinggi dan ekosistem akademik yang kuat menciptakan efek berganda yang besar, mulai dari permintaan hunian, konsumsi rumah tangga, hingga jasa transportasi dan perdagangan. Namun, sejauh ini pengukuran kontribusi sektor pendidikan kerap bersifat parsial karena karakteristiknya yang intangible dan tumpang-tindih dengan sektor lain. SE2026 hadir untuk mengatasi kesenjangan data tersebut.

“Hasil sensus nantinya akan mampu mengukur secara lebih akurat kontribusi sektor pendidikan terhadap perekonomian DIY,” ujar Sonny dalam acara pencanangan di Yogyakarta, Rabu (17/6).

Menangkap Dinamika Baru Ekonomi Yogyakarta

Sonny menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk menangkap perubahan struktural yang terjadi dalam satu dekade terakhir. Urbanisasi pelajar yang semakin masif, pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan, serta akselerasi digitalisasi layanan pendidikan menjadi fenomena yang harus tergambar dalam data resmi. BPS akan menggunakan pendekatan yang lebih granular, termasuk pemetaan rantai pasok antarsektor dan integrasi data administrasi, agar setiap unit usaha—dari warung makan di sekitar kampus hingga perusahaan rintisan edutech—dapat terpotret dengan utuh.

Lebih lanjut, sensus ini juga akan mengidentifikasi sektor-sektor strategis lain yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi DIY, seperti ekonomi kreatif, pariwisata budaya, dan industri kerajinan. Melalui potret yang komprehensif, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk insentif bagi usaha mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung inklusivitas pertumbuhan Yogyakarta. Sensus sebelumnya pada tahun 2016 menunjukkan dominasi sektor akomodasi, perdagangan, dan industri pengolahan; kini, proporsi jasa pendidikan dan ekonomi digital diproyeksikan melonjak.

Sinergi Pusat-Daerah untuk Data Berkualitas

Pencanangan SE2026 di DIY juga dihadiri oleh jajaran pemerintah provinsi, perwakilan perguruan tinggi, dan asosiasi pengusaha. Kepala BPS DIY menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan sosialisasi dan pelatihan petugas lapangan agar pendataan berjalan efektif. Dukungan dari pelaku usaha dan masyarakat dianggap krusial mengingat sensus ini merupakan sensus lengkap—bukan sampel—sehingga tingkat respons yang tinggi menjadi penentu akurasi hasil.

Sonny menambahkan, data yang dihasilkan SE2026 akan menjadi basis perencanaan pembangunan nasional dan daerah, alokasi investasi, serta evaluasi dampak kebijakan fiskal. Bagi Yogyakarta, hasil sensus diyakini akan memperkuat posisi sebagai kota pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan sumbangsih ekonomi yang terukur dan berkelanjutan. Dengan pemetaan yang akurat, potensi ekonomi pendidikan—yang selama ini “tersembunyi” di balik konsumsi dan real estat—akan tampil sebagai pilar pertumbuhan baru yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat DIY.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User