Pengguna Jasa Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Polisi Dalami Penyebab

TANGERANG SELATAN — Seorang pria tewas setelah tertemper kereta rel listrik (KRL) di area Stasiun Jurangmangu, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Kamis (2/7/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sek

Jul 06, 2026 - 13:10
0 0
Pengguna Jasa Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Polisi Dalami Penyebab

TANGERANG SELATAN — Seorang pria tewas setelah tertemper kereta rel listrik (KRL) di area Stasiun Jurangmangu, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Kamis (2/7/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.44 WIB itu langsung ditangani oleh jajaran Polsek Ciputat Timur yang segera menurunkan tim identifikasi ke lokasi kejadian.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar membenarkan adanya insiden yang merenggut nyawa tersebut. Kepada Terdepan.id, ia mengungkapkan bahwa korban adalah seorang laki-laki yang hingga saat ini masih dalam proses identifikasi.

"Benar, ada sebuah kejadian yang sebabkan orang meninggal dunia. Korban laki-laki. Kami menerima laporan dari petugas keamanan dalam stasiun dan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara," ujar Bambang Askar saat dikonfirmasi, Kamis petang.

Kronologi dan Olah TKP

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu bermula ketika KRL dengan nomor perjalanan yang belum disebutkan melintas di jalur Stasiun Jurangmangu. Korban diduga berada di area yang tidak seharusnya—kemungkinan di tepi peron atau di lintasan rel—saat kereta melaju. Benturan keras membuat korban meninggal di tempat.

Petugas keamanan dalam (PKD) stasiun yang pertama kali melihat kejadian segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Tim dari Polsek Ciputat Timur tiba tak lama setelah laporan diterima. Mereka langsung memasang garis polisi, mengamankan area, dan memulai proses pengumpulan bukti serta keterangan saksi. Hingga sore tadi, petugas masih melakukan penyisiran di sekitar rel untuk mencari petunjuk tambahan.

Penyelidikan Lebih Lanjut

Kompol Bambang menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah korban merupakan pengguna jasa KRL yang lengah, warga sekitar yang mencoba menyeberang, atau terdapat unsur kesengajaan. “Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk masinis dan petugas stasiun. Identitas korban juga sedang kami lacak karena tidak ditemukan kartu identitas di tubuhnya,” tambahnya.

Manajemen KAI Commuter melalui juru bicara yang dihubungi terpisah menyatakan belasungkawa dan akan bekerja sama penuh dengan kepolisian. Mereka juga mengingatkan para pengguna jasa untuk selalu mematuhi aturan keselamatan, tidak melintas di jalur rel, dan tetap waspada selama berada di area stasiun.

Insiden serupa bukan pertama kali terjadi di jalur KRL. Tahun lalu, beberapa kejadian tertemper juga tercatat di sejumlah stasiun, mendorong operator untuk memperkuat pagar pembatas dan menyiarkan imbauan keselamatan secara berkala. Namun, tantangan masih muncul, terutama di titik-titik yang dinilai rawan penyeberangan liar.

Dampak dan Langkah Antisipasi

Gangguan perjalanan sempat terjadi selama proses evakuasi dan olah TKP. Sejumlah jadwal KRL mengalami keterlambatan hingga 10—15 menit. Petugas stasiun dengan sigap mengalihkan penumpang dan memberikan informasi melalui pengeras suara agar tidak terjadi kepanikan.

Polsek Ciputat Timur mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri sesuai agar segera menghubungi pihak kepolisian. Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Kota Tangerang Selatan untuk keperluan visum dan identifikasi lebih lanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User