Penanganan Darurat Pasca-Ambruk di Benhil
Tim teknis dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat bergerak cepat menangani dampak ambruknya sebuah rumah yang berada di tepi Kali Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang. Upaya darurat ini
Tim teknis dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat bergerak cepat menangani dampak ambruknya sebuah rumah yang berada di tepi Kali Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang. Upaya darurat ini difokuskan untuk mencegah meluasnya kerusakan, terutama longsor susulan yang berpotensi mengancam bangunan di sekitarnya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id di lapangan, petugas langsung memasang serangkaian turap kayu atau cerucuk dolken di sepanjang sisi jalan yang tergerus. Langkah ini diambil guna menahan pergerakan tanah dan melindungi badan jalan dari jebol lebih parah.
Pagar Bronjong untuk Amankan Sisi Bangunan
Pada pagi harinya, operasi berlanjut dengan pemasangan bronjong dan barisan cerucuk dolken tambahan di sisi bangunan yang tersisa. Material anyaman kawat berisi batu itu berfungsi sebagai dinding penahan yang lebih kokoh terhadap tekanan air dan gerusan arus ketika debit kali meninggi.
Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas SDA Jakarta Pusat, Citrin Indriati, menjelaskan bahwa metode ini diharapkan dapat meredam risiko amblesan susulan yang sempat dikhawatirkan warga.
“Untuk progres penanganan di Benhil ini semalam itu kita sudah penanganan di sisi jalannya, kita sudah cerucuk dolken untuk pengamanan jalannya. Kemudian pagi ini kita itu pemasangan cerucuk dolken dan bronjong di sisi rumah yang samping yang terimbas kemarin, yang roboh itu kita amanin supaya tidak ambles ya, ambles susulan,” ujarnya.
Citrin menambahkan, koordinasi dengan pihak kelurahan dan warga setempat terus dilakukan agar proses stabilisasi ini berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas pascabencana. Pengamanan difokuskan pada titik-titik yang dianggap paling rawan, terutama di segmen tebing kali yang terpapar langsung abrasi arus musiman.
Pemicu Abrasi Masih Jadi Sorotan
Dugaan sementara yang beredar, ambruknya bangunan tersebut dipicu oleh abrasi tebing sungai yang telah berlangsung lama. Struktur tanah di sekeliling kali memang dikenal gembur dan rentan tergerus saat tinggi muka air naik. Meski begitu, investigasi lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah ada faktor lain seperti buruknya konstruksi awal atau kurangnya pemeliharaan tebing turut mempercepat kejadian.
Pemasangan bronjong dan cerucuk dolken ini sifatnya hanya penanganan darurat tahap pertama. Rencana jangka menengah akan disusun setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanah dan debit aliran di Kali Benhil. Sementara itu, warga yang tinggal di sepanjang bantaran kali diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila melihat retakan baru atau perubahan elevasi tanah di sekitar tempat tinggal mereka.
Comments (0)