Panas Menyengat, Pelayat Disiram Air Saat Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei

Teheran, Terdepan.id – Ribuan pelayat memadati Masjid Imam Khomeini di Teheran pada Selasa (15/4/2025) dalam prosesi penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei. Di bawah terik matahari, pa

Jul 06, 2026 - 12:54
0 0
Panas Menyengat, Pelayat Disiram Air Saat Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei

Teheran, Terdepan.id – Ribuan pelayat memadati Masjid Imam Khomeini di Teheran pada Selasa (15/4/2025) dalam prosesi penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei. Di bawah terik matahari, panitia penyelenggara mengerahkan semprotan air untuk menjaga kenyamanan massa yang memenuhi pelataran masjid.

Suhu udara di ibu kota Iran itu dilaporkan mencapai 38 derajat Celsius, membuat banyak peserta harus berdesakan dan berpeluh. Para pelayat, sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda duka, tetap antusias mengikuti rangkaian doa bersama dan pembacaan Al-Quran sepanjang pagi hingga siang hari.

Upaya Redakan Panas

Untuk meringankan beban jamaah, petugas menggunakan selang air bertekanan rendah yang dipasang di beberapa titik strategis. Kabut air disemprotkan secara berkala, terutama di area dengan kepadatan tertinggi. Langkah ini disambut baik oleh para pelayat yang terlihat mengangkat tangan dan wajah ke arah semprotan.

"Kami ingin memastikan semua orang tetap segar dan bisa mengikuti prosesi dengan khusyuk. Ini adalah bentuk pelayanan kami kepada para peziarah yang datang dari berbagai penjuru," ujar seorang petugas panitia setempat kepada Terdepan.id.

Selain semprotan air, panitia juga membagikan air minum kemasan dan potongan buah segar. Sejumlah relawan bersiaga di sudut-sudut masjid untuk membantu jamaah yang kelelahan, termasuk menyediakan kursi roda bagi lansia dan fasilitas kesehatan darurat.

Suasana Haru Penghormatan

Para pelayat datang dari berbagai kota, menempuh perjalanan darat berjam-jam demi memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru dan tangis pecah ketika jenazah dibaringkan di aula utama masjid. Sejumlah jamaah tampak berpegangan tangan dan memanjatkan doa dengan suara lirih.

"Saya bersama keluarga datang dari Isfahan sejak subuh. Meski panas menyengat, tidak ada yang menyurutkan niat kami untuk berdoa bagi Ayatollah Khamenei. Beliau adalah panutan kami," tutur Zahra, seorang ibu rumah tangga, kepada Terdepan.id.

Pengamanan di sekitar masjid diperketat dengan penjagaan personel keamanan dan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Meskipun terjadi kepadatan luar biasa, situasi tetap kondusif dan tidak ada insiden berarti yang dilaporkan. Prosesi penghormatan ini dijadwalkan berlangsung hingga malam hari, sebelum jenazah disemayamkan di kompleks pemakaman di selatan Teheran.

Pemerintah Iran melalui juru bicara kepresidenan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas di lokasi. "Kami berterima kasih atas partisipasi rakyat yang begitu besar. Ini bukti cinta dan penghormatan mendalam kepada pemimpin kami," demikian keterangan resmi yang diterima Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User