Lomba Warga di Pulau Tidung Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80
Suasana Pulau Tidung berubah meriah pada Rabu, 1 Juli 2026, ketika jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar serangkaian perlombaan warga. Bertempat di depan Markas Kepolisian Sektor (Mako Pols
Suasana Pulau Tidung berubah meriah pada Rabu, 1 Juli 2026, ketika jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar serangkaian perlombaan warga. Bertempat di depan Markas Kepolisian Sektor (Mako Polsek) Kepulauan Seribu Selatan, kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli. Pagi itu, ratusan warga dari berbagai penjuru pulau tampak memadati lokasi, siap berpartisipasi maupun sekadar menyaksikan kemeriahan.
Hadirkan Lomba Tradisional Penuh Makna
Berbagai jenis lomba tradisional disajikan untuk membangkitkan semangat kebersamaan. Di antaranya tarik tambang yang diikuti oleh beberapa tim dewasa, balap kelereng yang menguji konsentrasi anak-anak, hingga balap karung yang selalu mengundang gelak tawa. Tak ketinggalan lomba panjat pinang yang menjadi favorit karena hadiah-hadiah menarik digantung di puncaknya. Setiap perlombaan dipimpin oleh panitia dari kepolisian yang turut memberikan pengarahan dan menjaga ketertiban.
Antusiasme warga tampak jelas dari sorak-sorai dan tepuk tangan yang terus bergema. Para peserta berusaha sekuat tenaga, sementara penonton dengan penuh semangat meneriakkan dukungan bagi jagoan masing-masing. Keakraban antara warga dan petugas kepolisian juga terlihat dari canda dan interaksi hangat di sela perlombaan.
"Kegiatan ini tidak hanya untuk memperingati Hari Bhayangkara, tetapi juga sebagai bentuk silaturahmi antara polisi dan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa kepolisian selalu hadir di tengah warga, tidak hanya dalam tugas keamanan, tetapi juga dalam suka cita," ujar seorang perwira Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang memimpin acara.
Pererat Tali Persaudaraan
Lebih dari sekadar hiburan, lomba-lomba tersebut menjadi wadah mempererat persaudaraan dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Kepulauan Seribu. Tokoh masyarakat setempat menyambut positif inisiatif ini, berharap kegiatan serupa dapat rutin diselenggarakan untuk menjaga harmoni antara aparat dan warga pulau.
Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini terasa lebih istimewa karena mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam kegembiraan bersama. Selain lomba, panitia juga menyediakan doorprize dan bingkisan sembako bagi warga yang membutuhkan. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan apresiasi tinggi terhadap peran kepolisian dalam menjaga keamanan negeri.
Comments (0)