Lapas Narkotika Sungguminasa Panen Kangkung di Lahan Brandgang

Di tengah keterbatasan ruang dan infrastruktur, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa justru memetik hasil nyata dari inovasi pem

Jul 09, 2026 - 01:58
0 0

Di tengah keterbatasan ruang dan infrastruktur, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa justru memetik hasil nyata dari inovasi pembinaan berbasis pertanian. Selasa (7/7), jajaran lapas bersama warga binaan memanen kangkung yang dibudidayakan di area brandgang—jalur pengamanan sempit di antara tembok perimeter lapas. Transformasi lahan marginal ini menjadi contoh cemerlang bagaimana konsep precision farming skala mikro dapat berjalan tanpa teknologi mahal.

Dari Jalur Patroli Jadi Laboratorium Hidup

Brandgang yang semula hanya berfungsi sebagai akses kontrol keamanan, kini disulap menjadi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Ibarat sistem urban vertical farming yang memaksimalkan setiap sentimeter persegi, lapas ini menerapkan logika serupa: tanah terbatas diolah menjadi bedengan produktif yang ditanami kangkung. Program ini bukan sekadar aktivitas berkebun, melainkan ekosistem pembelajaran terpadu di mana warga binaan belajar teknik bercocok tanam, pengelolaan nutrisi tanaman sederhana, hingga perencanaan panen.

Kepala Lapas Gunawan, yang memimpin langsung panen bersama Kasi Kegiatan Kerja Ardhi Mahardika, menekankan bahwa pendekatan ini selaras dengan Program Ketahanan Pangan Nasional. Bedanya, jika proyek ketahanan pangan biasanya identik dengan lahan luas dan alat mesin pertanian, Lapas Sungguminasa membuktikan bahwa sepetak lahan koridor pun bisa menjadi simpul produksi pangan yang bernilai.

Kemandirian yang Menumbuhkan Karakter dan Ekonomi Sirkular

Di balik hamparan hijau kangkung, tersimpan misi yang lebih dalam: mempersiapkan warga binaan agar bisa kembali ke masyarakat dengan keterampilan konkret dan etos kerja yang terasah. Program ini adalah bootcamp kehidupan—peserta tidak cuma menanam dan memanen, tapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerjasama tim. Hasil panen kemudian dipasarkan, menciptakan putaran ekonomi mikro di dalam lapas. Uang dari penjualan sayur digunakan kembali untuk membiayai operasional program pembinaan berikutnya, membentuk model ekonomi sirkular yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kami melihat perkembangan yang sangat baik dari warga binaan. Mereka semakin disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat untuk belajar serta berkarya. Melalui pemanfaatan brandgang sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi, warga binaan tidak hanya menghasilkan sayuran yang mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga membangun karakter, keterampilan, dan rasa percaya diri sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Inilah tujuan utama pembinaan, yaitu menghadirkan perubahan yang nyata dan positif,” ujar Gunawan.

Mengapa Model Ini Layak Direplikasi

Keberhasilan panen kangkung di Lapas Sungguminasa menyodorkan cetak biru sederhana yang bisa diadaptasi oleh lapas lain atau komunitas dengan lahan terbatas. Beberapa poin kunci yang bisa dipetik:

  • Optimalisasi lahan non-konvensional: Brandgang, bantaran, atau lahan sela yang selama ini dianggap “ruang mati” bisa diubah menjadi area tanam produktif tanpa investasi besar.
  • Integrasi pembinaan dan produksi: Kegiatan kerja tidak hanya mengisi waktu, tetapi langsung menghasilkan komoditas yang memiliki nilai jual, sehingga warga binaan merasakan dampak ekonomi langsung dari kerja keras mereka.
  • Ketahanan pangan dari dalam: Memproduksi sayuran sendiri mengurangi ketergantungan pasokan luar dan bisa menjadi langkah awal membangun kemandirian pangan di lingkungan tertutup.
  • Dampak psikososial: Berkebun terbukti menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental, aspek penting dalam proses rehabilitasi.

Dengan luas lahan yang tak lebih dari koridor 2 meter, Lapas Narkotika Sungguminasa berhasil mengubah batasan menjadi peluang. Panen kangkung kali ini adalah sinyal bahwa inovasi pembinaan tak harus rumit—cukup dengan kemauan mengoptimalkan sumber daya yang ada, hasilnya bisa memberi makan baik perut maupun harapan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User