Makassar — Munafri Lantik Pimpinan BAZNAS, Zakat Instrumen Pengentasan Kemiskinan

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meresmikan tonggak baru pengelolaan zakat di kotanya. Ia resmi melantik dan mengambil sumpah Pimpinan Bad

Jul 09, 2026 - 02:00
0 0

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meresmikan tonggak baru pengelolaan zakat di kotanya. Ia resmi melantik dan mengambil sumpah Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar Periode 2026–2031. Amanat ini bergulir di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, pada Senin (6/7/2026), menandai dimulainya babak baru kolaborasi pemerintah dan lembaga filantropi Islam.

Susunan Komandan Baru Amil Zakat

  1. Prosesi Pelantikan Lima Pimpinan: Munafri Arifuddin secara simbolis menyematkan tanggung jawab kepada jajaran baru. Usman Sofian didapuk sebagai nahkoda, menjabat sebagai Ketua BAZNAS Kota Makassar yang baru.
  2. Empat Wakil Nahkoda: Usman tidak akan bekerja sendiri. Ia didampingi empat anggota pimpinan yang turut dilantik, yaitu Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani. Komposisi ini memadukan latar belakang profesional dan akademis.
  3. Hasil Seleksi Ketat: Munafri menekankan bahwa formasi ini bukanlah keputusan instan. Pelantikan ini merupakan puncak dari proses seleksi yang panjang guna menghadirkan pimpinan terbaik yang mampu memperkuat peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dari Seremonial Menuju Mobilisasi Dampak

Dalam pidato arahannya, Munafri menolak keras paradigma bahwa pelantikan ini sekadar serah terima jabatan administratif. Ia melontarkan pernyataan visioner yang menjadi cetak biru kerja BAZNAS ke depan.

  1. Momentum Transformatif: "Pelantikan ini bukan hanya mengganti pengurus lama dengan yang baru, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan apa yang masih kurang dan memperkuat berbagai program yang telah berjalan baik," tegas Munafri.
  2. Integrasi Pembangunan: Ia menekankan bahwa BAZNAS harus bertransformasi menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan Kota Makassar. Zakat bukan lagi sekadar ritual keagamaan, melainkan gigi penggerak mesin kesejahteraan.
  3. Apresiasi dan Akselerasi: Munafri tetap memberikan hormat pada kinerja periode 2021–2026 yang dinilai telah menjalankan amanah dengan baik. Namun, ia menuntut percepatan inovasi agar manfaat zakat semakin terasa di lapisan akar rumput.

Arsitektur Zakat Progresif dan Presisi Data

Wali Kota Makassar itu merancang ulang filosofi penghimpunan BAZNAS. Ia mematahkan metrik kesuksesan konvensional yang hanya berpatok pada nominal dana yang terkumpul.

  1. Dampak sebagai KPI Utama: "Keberhasilan BAZNAS tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi dari sejauh mana dana tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat," cetusnya.
  2. Pergeseran Alokasi: Munafri menginstruksikan reposisi program. Bantuan tidak boleh berhenti pada skema konsumtif jangka pendek, melainkan harus bergerak agresif ke sektor pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui bantuan modal usaha dan penguatan kelompok ekonomi masyarakat.
  3. Perang Melawan Asumsi: Ia mewanti-wanti agar seluruh program penghimpunan dan penyaluran dilandaskan pada sains data. "BAZNAS harus bermain dengan data. Jangan hanya berdasarkan perkiraan," ujarnya. Semua target wajib memiliki baseline yang jelas dengan memanfaatkan data historis yang terus diperbarui untuk memastikan sasaran yang presisi dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User