Indonesia-India — InJourney Wujudkan Konservasi Candi Prambanan

PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney secara resmi menyambut positif babak baru kerja sama bilateral antara Indonesia dan India yang berfokus pada

Jul 09, 2026 - 02:19
0 0

PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney secara resmi menyambut positif babak baru kerja sama bilateral antara Indonesia dan India yang berfokus pada konservasi Candi Prambanan. Kolaborasi ini bukan sekadar proyek restorasi fisik, melainkan sebuah simpul strategis yang memperkuat diplomasi budaya kedua negara serta meneguhkan komitmen bersama terhadap pelestarian warisan dunia UNESCO. InJourney, sebagai perusahaan induk yang mengelola ekosistem pariwisata dan infrastruktur strategis nasional, akan memainkan peran penting dalam mengawinkan keahlian teknis dari India dengan konteks lokal, membuka jalan bagi transfer pengetahuan dan pelibatan masyarakat sekitar kawasan candi.

Sejak ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991, Candi Prambanan menghadapi tantangan pelapukan akibat usia dan faktor lingkungan. Inisiatif ini diharapkan membawa pendekatan konservasi modern tanpa menghilangkan sentuhan tradisional yang menjadi roh warisan bersejarah tersebut.

Mengapa Kolaborasi Ini Penting?

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi, menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Mataram Kuno. Namun, faktor cuaca tropis, pertumbuhan mikroorganisme, dan aktivitas seismik membuat upaya pelestarian menjadi sangat menantang. Di sisi lain, India memiliki keahlian panjang dalam restorasi dan konservasi candi-candi kuno, seperti Candi Khajuraho dan Ellora. Dengan demikian, kolaborasi ini memungkinkan terjadinya transfer teknologi dan metodologi pelestarian yang telah teruji.

Dari perspektif budaya, kerja sama ini memperdalam hubungan historis kedua bangsa yang telah terjalin selama berabad-abad. Kebudayaan Hindu-Buddha yang meninggalkan jejak di kedua negara menjadi jembatan alami untuk merawat peninggalan bersama.

Diplomasi Budaya dan Dampak Ekonomi

Kolaborasi ini melampaui sekadar aspek teknis. Ia menjadi alat diplomasi lunak (soft diplomacy) yang efektif, menunjukkan bahwa warisan budaya dapat menjadi platform dialog antarbangsa. Dengan semakin seringnya kunjungan tingkat tinggi dan pertukaran ahli konservasi, narasi besar tentang persahabatan Indonesia-India kembali terasah.

Secara ekonomi, keterlibatan InJourney sebagai motor penggerak sektor pariwisata nasional diharapkan memperkuat branding destinasi heritage. Prambanan yang terawat dan diperkaya dengan interpretasi budaya yang lebih dalam berpotensi menarik segmen wisatawan berkualitas, termasuk dari pasar India yang terus tumbuh. Sebagai gambaran, wisatawan India merupakan salah satu kontributor utama kedatangan mancanegara ke Yogyakarta. Kolaborasi ini bisa menjadi katalis untuk membuka rute penerbangan langsung (direct flight) dan paket wisata terintegrasi yang menguntungkan kedua pihak.

Poin-Poin Kunci Kolaborasi

Beberapa aspek utama yang akan diwujudkan dalam kerja sama ini meliputi:

  • Restorasi berbasis riset – Melibatkan arkeolog dan ahli konservasi dari kedua negara untuk menangani bagian candi yang rawan pelapukan.
  • Digitalisasi dan dokumentasi 3D – Pemetaan presisi tinggi untuk menciptakan "kembaran digital" (digital twin) candi demi keperluan pemantauan dan pendidikan.
  • Pelibatan komunitas – Pelatihan warga lokal sebagai tenaga konservasi junior dan pemandu wisata spesialis budaya.
  • Pameran pusaka bersama – Rencana pameran artefak Prambanan di India dan artefak India di Indonesia sebagai ajang pertukaran pengetahuan publik.

Harapan ke Depan

Dalam sambutannya, perwakilan InJourney menekankan bahwa kolaborasi ini bukanlah proyek sesaat, melainkan fondasi menuju konservasi berkelanjutan yang dapat direplikasi ke situs-situs bersejarah lainnya di Tanah Air.

“Kami menyambut kolaborasi ini sebagai penegasan bahwa warisan dunia adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara Indonesia dan India akan menghasilkan standar baru dalam pelestarian candi yang tidak hanya menjamin keutuhan fisik, tetapi juga menghidupkan nilai spiritualnya bagi generasi masa depan,” ujar juru bicara InJourney.

Ke depan, InJourney berencana merangkul lebih banyak mitra internasional untuk menjaga khazanah budaya Nusantara. Langkah ini sejalan dengan visi besar menjadikan Prambanan sebagai pusat studi konservasi heritage dunia, tempat para ahli global berbagi ilmu dan merawat peradaban. Dengan bergeraknya mesin diplomasi budaya ini, Indonesia dan India membuktikan bahwa menjaga masa lalu adalah bagian dari membangun masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User