Jelang HUT ke-46 Dekranas, Tri Tito Harap Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global
Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) akan segera digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan persiapan yang telah mencapai sekitar 90 persen. Ketua Harian De
Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) akan segera digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan persiapan yang telah mencapai sekitar 90 persen. Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian memastikan bahwa seluruh rangkaian acara disiapkan secara matang, tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai wadah bagi para perajin untuk memperkenalkan produk unggulan mereka ke panggung yang lebih luas.
Pemilihan Makassar sebagai tuan rumah bukan tanpa pertimbangan. Tri menjelaskan bahwa sejak tahap awal, Pemerintah Kota Makassar telah menunjukkan komitmen dan kesiapan yang kuat untuk menjalin kerja sama. Di samping itu, keputusan ini juga dilandasi oleh semangat pemerataan. Sebelumnya, perayaan puncak HUT Dekranas pernah diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. Kini, giliran kawasan timur Indonesia—khususnya Sulawesi Selatan—menjadi pusat perhatian, sehingga seluruh potensi kerajinan Nusantara dapat terangkat secara berimbang.
Momentum Memperkuat Posisi di Kancah Internasional
Lebih dari sekadar peringatan, Tri Tito menyematkan harapan besar agar perayaan HUT ke-46 ini menjadi titik tolak bagi kerajinan Indonesia untuk menembus pasar global dengan lebih agresif. Menurutnya, kekayaan budaya dan keterampilan para perajin Tanah Air belum sepenuhnya tergarap dari sisi ekspor. Produk-produk seperti tenun, batik kontemporer, anyaman, perabot dari bahan alami, hingga perhiasan etnik memiliki daya tarik yang tinggi di mata konsumen mancanegara, terutama di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur.
“Kami berharap momentum HUT Dekranas ini semakin menguatkan langkah kita untuk membawa produk unggulan daerah hingga ke mancanegara. Pasar internasional sangat terbuka, asalkan kita mampu menjaga kualitas, konsistensi, dan cerita di balik setiap karya,” ujar Tri Tito di Jakarta, Jumat.
Selama hampir setengah abad, Dekranas telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong standardisasi mutu, pengemasan yang menarik, hingga pendampingan desain bagi para perajin di seluruh provinsi. Peran itu kini diperdalam dengan kolaborasi bersama desainer professional, pendampingan sertifikasi produk untuk ekspor, serta pemanfaatan platform digital agar kerajinan lokal dapat menjangkau pembeli lintas negara tanpa batasan geografis.
Menjelang puncak acara, rangkaian kegiatan di Makassar akan dimeriahkan dengan pameran produk kerajinan dari berbagai daerah, peragaan busana berbahan wastra tradisional, sesi lokakarya pengembangan produk, hingga forum bisnis yang mempertemukan perajin dengan calon pembeli dan pemodal. Seluruh agenda ini dirancang agar memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, sekaligus membuka peluang baru bagi usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung sektor kerajinan nasional.
Dengan tingkat persiapan yang hampir rampung, Tri optimistis bahwa perayaan HUT ke-46 Dekranas di Makassar akan meninggalkan jejak yang berarti—tidak hanya dalam bentuk kemeriahan acara, melainkan menjadi katalisator bagi transformasi kerajinan Indonesia menuju daya saing global yang lebih kokoh.
Comments (0)