Israel Tembak Tiga Remaja Palestina di Tepi Barat, Satu Tewas

Terdepan.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan Palestina memastikan seorang remaja laki-laki Palestina tewas setelah ditembak oleh pasukan Israel di kamp pengungsi Qalandia, dekat Ramallah, Tepi Bara

Jul 06, 2026 - 06:50
0 0
Israel Tembak Tiga Remaja Palestina di Tepi Barat, Satu Tewas

Terdepan.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan Palestina memastikan seorang remaja laki-laki Palestina tewas setelah ditembak oleh pasukan Israel di kamp pengungsi Qalandia, dekat Ramallah, Tepi Barat. Berdasarkan laporan AFP yang dihimpun Terdepan.id, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/7/2026) dan juga mengakibatkan dua remaja lainnya mengalami luka-luka.

Korban Meninggal dan Luka-luka

Dalam keterangan resminya, kementerian menyebutkan korban meninggal adalah Waleed Nidal Waleed Abu Sneineh yang berusia 16 tahun. “Waleed Nidal Waleed Abu Sneineh dinyatakan meninggal setelah ditembak oleh pasukan Israel,” demikian pernyataan kementerian, seperti dikutip Terdepan.id. Sementara itu, dua remaja lain yang terluka masing-masing berusia 14 tahun. Identitas mereka belum diungkapkan, namun keduanya tengah menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat.

Detik-detik Insiden

Insiden mematikan ini berlangsung di kamp pengungsi Qalandia, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik rawan gesekan antara warga Palestina dan militer Israel. Saksi mata yang dikutip sejumlah media menuturkan bahwa tembakan dilepaskan oleh personel Israel saat sejumlah remaja berada di sekitar pos pemeriksaan. Namun, detail kronologis yang pasti masih belum dijelaskan secara terperinci oleh pihak berwenang Israel.

Sepanjang tahun 2026, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat banyak kasus serupa yang menimpa warga sipil, termasuk anak-anak dan remaja. Organisasi hak asasi manusia seperti Amnesty International dan Human Rights Watch berkali-kali menyoroti tingginya angka korban dari kalangan di bawah umur dalam operasi militer maupun bentrokan di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Kecaman dan Ketiadaan Tanggapan Resmi

Penembakan terhadap tiga remaja ini langsung menuai kecaman dari pegiat hak asasi manusia. Mereka menilai bahwa penggunaan kekuatan mematikan terhadap anak-anak merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip proporsionalitas dalam hukum humaniter internasional. Sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak agar insiden ini diselidiki secara independen dan transparan.

Di sisi lain, hingga laporan ini disusun, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) belum memberikan tanggapan resmi. Kebisuan pihak militer Israel dalam kasus-kasus yang melibatkan korban jiwa warga sipil Palestina kerap dikritik komunitas internasional karena dinilai menutup ruang akuntabilitas.

Risiko Eskalasi Kekerasan

Pengamat politik Timur Tengah menilai insiden ini dapat memicu eskalasi lebih luas, khususnya di tengah rangkaian peringatan yang kerap memanaskan tensi antara kedua belah pihak. Tanpa intervensi diplomasi yang berarti, siklus kekerasan yang merenggut nyawa warga sipil—termasuk anak-anak—diprediksi akan terus berlanjut.

Terdepan.id akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memberikan informasi terbaru terkait situasi di Tepi Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User