Gerak Cepat Atasi Jalan Amblas, Pramono Perintahkan SDA dan Bina Marga Turun Tangan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur yang mengancam keselamatan warga. Setelah menerima laporan adanya jalan amblas di kawasan Pulogadung, Jak

Jul 07, 2026 - 22:45
0 1
Gerak Cepat Atasi Jalan Amblas, Pramono Perintahkan SDA dan Bina Marga Turun Tangan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur yang mengancam keselamatan warga. Setelah menerima laporan adanya jalan amblas di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, ia langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada dua dinas teknis sekaligus, yakni Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Bina Marga. Kedua instansi itu diperintahkan untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh agar masalah serupa tidak kembali terulang dan mengganggu mobilitas warga di wilayah padat industri tersebut.

Penyebab dan Kondisi Lapangan

Menurut keterangan yang dihimpun Terdepan.id, jalan amblas di Pulogadung diduga kuat berkaitan dengan proyek penanganan air yang sebelumnya dikerjakan oleh Dinas SDA. Struktur bronjong—anyaman kawat berisi batu yang berfungsi menahan tanah—dilaporkan tidak berfungsi optimal sehingga menyebabkan penurunan permukaan tanah. Fenomena ini cukup rawan terjadi di Jakarta, terutama di kawasan yang memiliki riwayat tanah labil atau berdekatan dengan saluran air dan sungai.

Pramono tidak ingin persoalan teknis ini berubah menjadi polemik berkepanjangan. Ia menekankan bahwa koordinasi antara SDA dan Bina Marga harus berjalan mulus tanpa ego sektoral. “Saya tidak mau ada saling lempar tanggung jawab. Yang penting sekarang adalah bagaimana secepatnya lokasi itu aman dan bisa dilalui kembali oleh masyarakat,” tegasnya kepada awak media di sela-sela peninjauan kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Instruksi Tegas Gubernur

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Pramono membeberkan kronologi singkat dan langkah yang akan ditempuh. Ia mengakui bahwa proyek di lokasi tersebut semula berada di bawah kendali Dinas SDA, namun kini perbaikannya harus melibatkan Bina Marga lantaran menyangkut struktur jalan secara keseluruhan.

"Yang di Pulogadung saya sudah memerintahkan. Itu kan dulu Sumber Daya Air yang mengerjakan. Kemudian, memang ambles dan bronjongnya sudah kita minta untuk segera dilakukan," kata Pramono.

Pernyataan itu menegaskan bahwa proses perbaikan bukan hanya bersifat tambal sulam, melainkan harus mencakup pembenahan pondasi dan sistem drainase. Dengan demikian, risiko ambles kembali di masa depan dapat diminimalkan.

Dampak pada Warga dan Rencana Perbaikan

Jalan amblas di Pulogadung dikhawatirkan akan memperparah kemacetan di kawasan timur Jakarta yang sudah cukup tinggi. Akses menuju kawasan industri dan permukiman padat penduduk terpaksa dialihkan, sehingga aktivitas ekonomi warga terganggu. Terdepan.id memantau bahwa sejumlah pengendara terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama. Sementara itu, warga sekitar berharap perbaikan dapat dimulai dalam waktu dekat dan tidak hanya menjadi wacana.

Dinas Bina Marga dijadwalkan akan menurunkan tim teknis untuk melakukan asesmen detail paling lambat pekan ini. Sementara Dinas SDA bertanggung jawab memastikan bronjong dan struktur penahan tanah diperbaiki dengan spesifikasi yang lebih kuat. Pemprov DKI menyatakan akan mengawal langsung pengerjaan ini agar tidak molor dari target yang telah ditetapkan.

Insiden jalan amblas ini bukan yang pertama kali terjadi di Jakarta. Sebelumnya, rumah di kawasan Benhil juga mengalami kerusakan akibat longsor di pinggiran kali. Kejadian-kejadian tersebut menjadi alarm bagi Pemprov DKI untuk memperkuat mitigasi bencana dan meningkatkan kualitas konstruksi infrastruktur. Langkah cepat Pramono Anung di Pulogadung diharapkan mampu menjadi contoh penanganan darurat yang efektif dan terkoordinasi, sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah perkotaan yang kian kompleks.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User