Dua Tahun Derita Nyeri Bahu, Pria Texas Kaget Ternyata Kanker Ganas
Nasib kurang beruntung dialami Eric Dillon, seorang pria asal Texas, Amerika Serikat. Selama dua tahun ia mengabaikan rasa nyeri di bahu kirinya karena mengira hanya cedera otot biasa. Namun, hasil pemeriksaan medis terbaru mengungkap fakta mengejutkan: rasa sakit yang ia alami ternyata merupakan gejala kanker yang serius.
Kisah Dillon bermula pada tahun 2022 ketika ia pertama kali merasakan nyeri tajam di bagian bahu. Pemeriksaan awal saat itu mendiagnosis cedera rotator cuff, yaitu kerusakan pada otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu. Cedera semacam ini memang lazim terjadi akibat aktivitas berlebihan atau gerakan repetitif. Dillon pun menjalani terapi fisik dan peregangan yang berhasil meredakan keluhannya.
Namun, dalam dua tahun berikutnya, rasa tidak nyaman itu kerap kembali meski dalam intensitas yang lebih ringan. Dillon hanya mengandalkan perubahan posisi tidur atau mengurangi aktivitas berat untuk meredakannya. Ia tidak pernah menduga bahwa ada bahaya yang lebih besar mengintai di balik nyeri yang ia anggap lumrah tersebut.
Awal Mula Kecurigaan
Titik balik terjadi pada Mei 2024. Setelah nyeri kembali mengganggu aktivitas hariannya, Dillon memutuskan untuk kembali berkonsultasi ke dokter ortopedi. Kali ini, dokter merekomendasikan pemindaian MRI untuk melihat kondisi bahunya secara lebih detail. Hasil pemindaian menunjukkan adanya temuan yang mencurigakan, yang tidak sesuai dengan gambaran cedera rotator cuff biasa.
"Saya pikir ini hanya cedera yang lama sembuh. Tidak pernah terpikir bahwa itu bisa menjadi sesuatu yang mengancam jiwa," ujar Dillon dalam wawancara eksklusif dengan Terdepan.id.
Setelah dirujuk ke dokter onkologi, Dillon menjalani serangkaian tes biopsi dan pencitraan lebih lanjut. Hasilnya, dokter memastikan bahwa ia mengidap kanker—kemungkinan jenis sarkoma jaringan lunak atau metastasis dari kanker paru-paru yang sudah menyebar ke bahu. Berdasarkan literatur medis, nyeri bahu kronis memang bisa menjadi petunjuk awal dari kanker primer atau sekunder meskipun kasusnya tergolong jarang.
Peringatan Bagi Masyarakat
Para ahli onkologi di MD Anderson Cancer Center Texas mengingatkan bahwa nyeri muskuloskeletal yang tidak kunjung sembuh, terutama jika disertai penurunan berat badan tanpa sebab, kelelahan, atau benjolan yang teraba, patut diwaspadai. Dr. Melissa Chen, spesialis onkologi tulang, mengatakan bahwa banyak pasien mengabaikan gejala awal kanker karena dianggap sebagai keluhan fisik biasa. "Jika nyeri bertahan lebih dari beberapa minggu dan tidak merespons terapi standar, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih mendalam," sarannya.
Saat ini, Eric Dillon tengah menjalani kemoterapi dan radioterapi untuk mengecilkan tumor. Ia berharap kisahnya bisa meningkatkan kesadaran orang lain untuk tidak meremehkan sinyal dari tubuh. "Jangan tunda periksa. Tubuh kita sering memberi tahu lebih awal, hanya kita yang sering tidak mendengarkan," pesannya.
Kasus Dillon menjadi pengingat bahwa nyeri bahu bukan selalu masalah ortopedi sederhana. Kanker seperti limfoma, sarkoma, atau bahkan metastasis dari organ lain dapat menyamar sebagai cedera olahraga biasa. Segera konsultasikan ke dokter jika nyeri menetap tanpa sebab jelas dan tidak membaik dengan perawatan mandiri.
Comments (0)