Merauke — Mentan Amran Saksikan Anak Muda Papua Bertani dengan Drone Canggih

Modernisasi pertanian di ujung timur Indonesia mencapai tonggak baru. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyaksikan langsung para pemuda Papua men

Jul 08, 2026 - 09:37
0 0
Merauke — Mentan Amran Saksikan Anak Muda Papua Bertani dengan Drone Canggih

Modernisasi pertanian di ujung timur Indonesia mencapai tonggak baru. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyaksikan langsung para pemuda Papua mengoperasikan teknologi drone untuk menyemai dan memantau lahan pertanian di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Demonstrasi ini bukan sekadar pamer teknologi — ia menandai lompatan fundamental dalam cara Indonesia mengelola lumbung pangan nasional, memadukan kearifan lokal dengan presisi era digital.

Dari Cangkul ke Kendali Jarak Jauh

Selama beberapa dekade, citra pertanian di Papua identik dengan metode tradisional: tenaga manusia, parang, dan pembakaran lahan terbatas. Kunjungan Mentan Amran pada pekan ini membalikkan persepsi itu secara dramatis. Di hamparan lahan seluas ratusan hektare di sekitar Distrik Semangga, deretan drone pertanian lepas landas secara terkoordinasi, masing-masing membawa tangki larutan pupuk dan benih padi hibrida.

  1. Tahap Observasi: Tim teknis dari Kementerian Pertanian bersama Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian memetakan area seluas 5.000 hektare menggunakan drone fixed-wing yang dilengkapi kamera multispektral. Data ini menghasilkan peta indeks vegetasi (NDVI) beresolusi tinggi.
  2. Tahap Pelatihan Intensif: Sebanyak 42 pemuda asli Papua dari tiga distrik mengikuti program pelatihan selama dua minggu. Mereka belajar mengoperasikan drone DJI Agras T50, melakukan kalibrasi sensor, serta membaca data telemetri.
  3. Tahap Demonstrasi Langsung: Di hadapan Mentan, para peserta menunjukkan kemampuan menerbangkan drone secara swarm — tiga unit drone beroperasi simultan di atas petakan sawah, menyemprotkan pupuk cair dengan akurasi hingga 10 sentimeter dari titik yang ditargetkan.
  4. Tahap Evaluasi Kinerja: Data yang terekam menunjukkan satu unit drone mampu mencakup 8 hektare per jam, dibandingkan dengan metode manual yang hanya mencapai 0,3 hektare per hari per tenaga kerja. Efisiensi melonjak lebih dari 200 kali lipat.

Lumbung Pangan Berbasis Teknologi

Merauke diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama program lumbung pangan nasional (food estate) yang dicanangkan pemerintah. Dengan total potensi lahan mencapai 1,2 juta hektare, wilayah ini membutuhkan pendekatan mekanisasi yang radikal. "Apa yang saya lihat hari ini membuktikan bahwa pertanian di Merauke sudah sejajar dengan Brazil, Amerika Serikat, atau Australia. Anak-anak muda Papua dengan cepat mengadopsi teknologi ini, dan itu adalah modal sosial yang luar biasa," ujar Mentan Amran dalam keterangan pers usai kunjungan.

Data BPS tahun 2025 mencatat kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Papua Selatan baru mencapai 18,7%. Dengan injeksi teknologi seperti drone dan traktor otonom, target peningkatan menjadi 35% dalam lima tahun dianggap realistis oleh para analis Kementerian PPN/Bappenas. Drone pertanian memangkas biaya tenaga kerja hingga 60% dan mengurangi penggunaan air melalui irigasi presisi.

Lebih dari Sekadar Alat: Transfer Pengetahuan

Yang membuat Mentan Amran terkesan bukan hanya mesinnya, melainkan siapa yang mengendalikannya. Rata-rata peserta pelatihan berusia 19-28 tahun, sebagian besar merupakan lulusan SMK Pertanian setempat. "Mereka tidak cuma jadi operator, tapi juga mulai memahami data agronomi. Ini pertanian presisi yang sesungguhnya — bukan sekadar ganti alat, tapi ganti pola pikir," tambahnya.

Salah seorang peserta, Markus (22 tahun) dari Kampung Kuprik, mengaku awalnya skeptis. "Dulu saya pikir pertanian itu kerja berat di lumpur. Sekarang saya bisa pantau tanaman pakai HP, lihat mana yang kurang pupuk, mana yang kena hama. Rasanya seperti main game, tapi hasilnya nyata," tuturnya. Drone yang dioperasikan Markus dan rekan-rekannya dilengkapi dengan teknologi RTK (Real-Time Kinematic) yang memungkinkan presisi posisi hingga level sub-sentimeter, krusial untuk penyemaian benih yang seragam.

Konektivitas dan Tantangan Infrastruktur

Meski demonstrasi berjalan sukses, tantangan tetap ada. Konektivitas internet di beberapa titik masih menjadi bottleneck untuk transmisi data telemetri secara real-time. Tim Kementan berencana mengintegrasikan Starlink Enterprise di tiga stasiun pusat kendali yang akan dibangun pada kuartal ketiga tahun ini. Langkah ini penting untuk memungkinkan pemantauan jarak jauh dari Jakarta atau pusat komando lainnya.

Ke depan, program ini akan diperluas ke Kabupaten Mappi dan Boven Digoel, dengan target mencetak 150 operator drone bersertifikasi dari kalangan pemuda lokal dalam dua tahun mendatang. Jika berhasil, model Merauke bisa menjadi cetak biru transformasi pertanian di seluruh Indonesia Timur — wilayah yang selama ini tertinggal dalam hal mekanisasi namun memiliki cadangan lahan terbesar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User