Dorong Partisipasi Semua Pihak, Waka MPR Tekankan Gotong Royong Kunci Mutu Pendidikan
Peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah semata. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, yang menyerukan bahwa peningkatan mutu pend
Peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah semata. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, yang menyerukan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa. Di tengah kompleksnya tantangan dunia pendidikan saat ini, ia menekankan pentingnya membangun wadah kolaborasi yang kokoh untuk membentuk kualitas dan karakter generasi penerus.
"Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif semua elemen bangsa," kata Lestari dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Pernyataan tersebut mencuat seiring langkah konkret Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang baru-baru ini meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB). Inisiatif ini dirancang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa dalam memajukan sektor pendidikan. Gerakan ini menjadi angin segar bagi berbagai pihak yang peduli terhadap masa depan pendidikan Indonesia.
Sinergi Multisektor sebagai Fondasi Perubahan
Lestari menguraikan bahwa transformasi pendidikan yang menyeluruh hanya dapat terjadi jika ada sinergi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, komunitas lokal, hingga kalangan swasta. Ia menilai, kebijakan yang baik dari atas (top-down) tidak akan efektif tanpa gerakan partisipatif dari bawah (bottom-up). Oleh karena itu, kehadiran PSPB dianggap sangat strategis sebagai katalisator yang memperkuat jaringan kolaborasi inklusif dan berkelanjutan.
Pendekatan gotong royong ini diyakini mampu menjawab persoalan-persoalan mendasar yang selama ini membelenggu pendidikan nasional. Mulai dari ketimpangan akses pendidikan di wilayah terpencil, disparitas kualitas pengajaran, hingga minimnya sarana dan prasarana pendukung. Melalui platform partisipasi semesta, setiap elemen masyarakat dapat berkontribusi secara nyata, baik dalam bentuk sumbangan pemikiran, tenaga pengabdian, pendanaan, maupun pengembangan teknologi tepat guna.
Lebih jauh, Waka MPR itu menyoroti pentingnya pendidikan karakter di samping keunggulan akademik. Menurutnya, kolaborasi lintas elemen harus diarahkan untuk membangun moral dan etos kerja anak bangsa agar mereka mampu bersaing di era global tanpa kehilangan identitas budayanya. Peran keluarga dan lingkungan sosial dalam proses ini sangat menentukan, sehingga sinergi dengan sekolah mutlak diperlukan.
Target dan Harapan Gerakan Semesta
Kemendikdasmen menargetkan agar gerakan PSPB mampu merambah ke seluruh pelosok negeri, terutama daerah dengan indeks pembangunan pendidikan yang masih rendah. Dengan mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat keterlibatan masyarakat madani, pemerintah berharap jurang kesenjangan pendidikan dapat dipersempit secara bertahap. Program ini juga membuka ruang bagi para pemangku kepentingan untuk ikut dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan, sehingga program yang dijalankan benar-benar kontekstual dan tepat sasaran.
Dengan semangat kolektif yang digelorakan melalui PSPB, optimisme untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan kian menguat. Semua pihak kini memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagaimana ditekankan Lestari, kemajuan pendidikan adalah cerminan komitmen seluruh rakyat, bukan hanya segelintir pembuat kebijakan.
Upaya bersama ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan pendidikan nasional yang lebih humanis dan progresif. Partisipasi dari seluruh komponen masyarakat akan menjadi kunci untuk mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Informasi selengkapnya mengenai perkembangan gerakan ini dapat terus dipantau melalui laporan dari berbagai sumber, termasuk media partner seperti Terdepan.id.
Comments (0)