Depok — Ramadhan di Masjid Kubah Emas Dipenuhi Ibadah Umat Muslim
Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Di Masjid Kubah Emas, Depok, Jawa Barat, pem
Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Di Masjid Kubah Emas, Depok, Jawa Barat, pemandangan tersebut terlihat nyata pada Jumat (16/4/2021). Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Depok dan sekitarnya memadati masjid ikonik ini untuk melaksanakan berbagai amalan, mulai dari tadarus Alquran, sholat sunah, hingga berzikir. Masjid yang menjadi salah satu destinasi wisata religi utama di Indonesia ini berubah menjadi pusat aktivitas spiritual selama Ramadhan, dengan suasana yang tertata rapi namun sarat kekhusyukan.
Menjelang Magrib: Tadarus dan Persiapan Buka Puasa
Sejak pukul 16.00 WIB, area masjid sudah mulai dipenuhi jamaah. Lantunan ayat suci Alquran menggema dari pengeras suara internal, menciptakan atmosfer yang menenangkan. Di selasar utama, puluhan jamaah duduk membentuk lingkaran kecil untuk bertadarus secara bergantian. Mereka membawa mushaf masing-masing, dan suara bacaan yang teratur mengisi ruang hening masjid. Seperti sebuah protokol spiritual yang terpadu, setiap jamaah seakan bergerak dalam harmoni—beberapa memilih berzikir dengan tasbih di tangan, sementara yang lain khusyuk menjalankan sholat sunah qabliyah Magrib.
- Pukul 16.00–17.30 WIB: Gelombang pertama jamaah berdatangan. Mereka mengambil posisi di area kubah utama dan serambi masjid. Panitia masjid mengatur alur masuk agar tetap menjaga protokol kesehatan—memakai masker dan menjaga jarak duduk.
- Pukul 17.30 WIB: Intensitas tadarus meningkat. Beberapa hafiz cilik tampak membaca di bawah bimbingan orang tua mereka. Suara bacaan terpusat di beberapa titik, namun secara keseluruhan menciptakan white noise spiritual yang khas.
- Pukul 17.55 WIB: Kumandang azan Magrib berkumandang. Jamaah yang berpuasa segera membatalkan puasa dengan air dan kurma yang telah disediakan masjid. Sebanyak 1.500 paket makanan berbuka dibagikan gratis kepada jamaah yang hadir.
Malam Hari: Sholat Isya dan Tarawih Berjamaah
Setelah berbuka, jamaah mempersiapkan diri untuk menunaikan sholat Magrib berjamaah yang dipimpin oleh imam tetap masjid. Suasana semakin tenang seiring malam menua. Pukul 19.30 WIB, azan Isya berkumandang, dan tak lama setelahnya sholat tarawih dimulai. Pola ibadah ini ibarat sistem sirkuit spiritual yang berulang setiap malam Ramadhan: qiyamul lail kecil di awal malam, diikuti rangkaian sholat sunah yang menambah tenaga iman jamaah. Tahun ini, Masjid Kubah Emas menerapkan sholat tarawih 8 rakaat plus 3 rakaat witir, dengan bacaan imam yang fasih dan menyentuh hati.
- Pukul 19.45 WIB: Sholat tarawih dimulai. Barisan shaf memanjang hingga ke pelataran parkir yang telah digelari karpet tambahan. Sekitar 2.000 jamaah mengikuti tarawih malam itu.
- Pukul 20.30 WIB: Tarawih selesai, dilanjutkan witir. Ceramah singkat oleh ustadz setempat mengingatkan jamaah tentang keutamaan Lailatul Qadar dan pentingnya konsistensi ibadah di sepuluh malam terakhir.
- Pukul 21.00 WIB: Sebagian jamaah memilih melanjutkan tadarus atau i'tikaf hingga larut malam. Masjid tetap buka 24 jam selama Ramadhan untuk mengakomodasi ibadah malam.
Dini Hari: Sahur dan Ibadah Malam
Aktivitas ibadah tidak surut meski malam sudah larut. Masjid Kubah Emas menyediakan program qiyamul lail bagi yang ingin beribadah hingga menjelang sahur. Seperti algoritma yang terus berjalan, jamaah bergantian mengisi malam dengan sholat tahajud dan munajat pribadi. Suasana kubah yang berlapis emas memantulkan cahaya lampu temaram, menciptakan perasaan sakral yang sulit dilukiskan. Pada pukul 03.00 dini hari, kegiatan sahur dimulai. Panitia menyiapkan menu sahur lengkap dengan gizi seimbang bagi sekitar 500 jamaah yang menginap untuk i'tikaf.
- Pukul 02.30 WIB: Qiyamul lail dimulai, dipandu oleh imam khusus. Jamaah tenggelam dalam doa dan menangisi dosa-dosa.
- Pukul 03.30 WIB: Makan sahur bersama di area kantin masjid. Sajian menunya nasi, lauk, sayur, dan buah untuk menjaga energi sepanjang puasa.
- Pukul 04.30 WIB: Sholat Subuh berjamaah menutup rangkaian ibadah malam. Setelah itu, sebagian jamaah kembali beraktivitas harian, sementara yang lain melanjutkan tadarus pagi.
Dengan segala kekhusyukan yang ditampilkan, Masjid Kubah Emas bukan sekadar bangunan megah—ia adalah pusat ekosistem ibadah Ramadhan yang mengintegrasikan berbagai amalan dalam satu waktu. Pengelola masjid menyampaikan harapan agar semangat ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadhan, tetapi menjadi kebiasaan berkelanjutan. Sebagai ikon religi, masjid ini terus berinovasi menghadirkan fasilitas dan program yang memanjakan jamaah sekaligus menjaga sakralitas ibadah.
Comments (0)