Besi di JPO hingga Taman Dicuri, Pram Akan Cabut KJP hingga Bansos Pelaku
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan peringatan tegas kepada para pelaku pencurian besi di sejumlah fasilitas umum. Pramono mengultimatum, pelajar yang terbukti terlibat aksi pencurian terse
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan peringatan tegas kepada para pelaku pencurian besi di sejumlah fasilitas umum. Pramono mengultimatum, pelajar yang terbukti terlibat aksi pencurian tersebut akan dicabut kepesertaan Kartu Jakarta Pintar (KJP), sekaligus dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos).
Pernyataan ini disampaikan Pramono di sela kegiatannya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026), merespons maraknya laporan pencurian pagar dan komponen besi di berbagai titik. Kawasan Cilincing, Jakarta Utara, dan Kampung Melayu, Jakarta Timur, menjadi dua lokasi yang paling sering dilaporkan kehilangan material besi dari jembatan penyeberangan orang (JPO) hingga taman kota.
"Jakarta ini sebagai kota yang terbuka, tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mengecek dan juga mendapatkan laporan mengenai adanya pencurian besi-besi di beberapa JPO," ujar Pramono, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam.
Menurut laporan yang dihimpun Terdepan.id, modus pencurian biasanya dilakukan pada malam hari dengan memotong pagar atau bagian JPO menggunakan alat sederhana. Besi-besi curian itu diduga dijual ke pengepul barang rongsokan dengan harga yang beragam. Selain merusak estetika kota, aksi ini berdampak langsung pada keamanan pengguna fasilitas, terutama pejalan kaki yang melintasi JPO.
Pramono menekankan, sanksi pencabutan KJP dan bansos akan diterapkan tanpa pandang bulu bagi pelajar yang tertangkap. Menurutnya, bantuan pendidikan dan sosial yang disalurkan Pemerintah Provinsi DKI seharusnya digunakan untuk menunjang kehidupan yang lebih baik, bukan justru dimanfaatkan oleh oknum yang melakukan tindak pidana. "Kalau sudah diberi bantuan, lalu merusak fasilitas umum, itu sudah melenceng jauh dari tujuan bantuan itu sendiri," tambahnya.
Pencurian besi di area publik sebenarnya bukan fenomena baru, namun beberapa pekan terakhir intensitasnya meningkat tajam. Dinas terkait mencatat setidaknya 15 titik JPO dan taman mengalami kehilangan komponen besi dalam satu bulan terakhir. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, belum termasuk biaya perbaikan yang memerlukan waktu pengerjaan cukup lama.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk meningkatkan patroli malam di titik-titik rawan. Pramono mengajak warga untuk ikut mengawasi dan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas umum. Ia berharap, kombinasi antara tindakan tegas administratif dan penegakan hukum pidana bisa menekan angka pencurian yang meresahkan tersebut.
Comments (0)