Aksi Nekat Pria Panjat Menara Eiffel dan Kibarkan Bendera AS di Paris, Langsung Ditangkap Polisi
Terdepan.id, Jakarta – Sebuah aksi nekat terjadi di salah satu ikon dunia, Menara Eiffel, Paris, pada Sabtu (4/7/2026) siang waktu setempat. Seorang pria tak dikenal memanjat struktur baja raksasa
Terdepan.id, Jakarta – Sebuah aksi nekat terjadi di salah satu ikon dunia, Menara Eiffel, Paris, pada Sabtu (4/7/2026) siang waktu setempat. Seorang pria tak dikenal memanjat struktur baja raksasa itu dan mengibarkan bendera Amerika Serikat (AS) di ketinggian. Peristiwa ini berlangsung pada momentum bersejarah, yaitu peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada 4 Juli 2026. Aksi mendadak tersebut sontak membuat para wisatawan dan pengunjung yang berada di sekitar menara terkejut, namun polisi bergerak cepat mengamankan pelaku.
Kronologi Panjat dan Pengibaran Bendera
Berdasarkan informasi yang dihimpun Terdepan.id, pria itu mulai memanjat pada siang hari saat kawasan menara dipadati wisatawan. Dia terlihat bergerak di sisi luar dari area antara lantai dua dan lantai tiga, menggunakan tangan kosong tanpa peralatan pengaman apa pun. Beberapa saksi menyebut pria tersebut tampak terampil dan tenang saat mendaki struktur besi vertikal yang licin. Setelah mencapai posisi yang cukup stabil, ia mengeluarkan bendera AS dari ransel kecil yang dibawanya dan membentangkannya. Bendera bergaris dan bintang itu pun berkibar tertiup angin di ketinggian lebih dari 100 meter, terlihat jelas oleh pengunjung di bawah.
Aksi ini langsung viral karena banyak wisatawan mengabadikannya lewat ponsel. Pihak keamanan menara menutup sementara akses di bagian bawah titik pemanjatan untuk mencegah risiko jatuhnya benda dan mengamankan area. Petugas kepolisian Paris dikerahkan, namun mereka harus menunggu momen yang tepat untuk mengamankan pelaku tanpa membahayakan nyawanya maupun petugas. Setelah beberapa menit, pria itu turun ke area yang dapat dijangkau dan langsung ditangkap tanpa perlawanan.
Penangkapan dan Proses Hukum
Polisi mengamankan pelaku dan langsung membawanya ke kantor polisi untuk pemeriksaan intensif. Hingga laporan ini diturunkan, identitas pria tersebut belum diungkapkan ke publik. Dugaan sementara, aksi ini bermotif politik atau unjuk rasa simbolik mengingat pemilihan momen 250 tahun kemerdekaan AS. Pihak berwenang masih menyelidiki apakah pelaku bertindak sendiri atau merupakan bagian dari kelompok tertentu.
Seorang juru bicara kepolisian Paris memberikan keterangan eksklusif kepada Terdepan.id. Ia mengatakan proses penangkapan berlangsung lancar, dengan pelaku kooperatif.
“Kami segera mengamankan pria tersebut begitu dia berada di titik yang lebih mudah dijangkau. Dia tidak melawan saat ditangkap dan tidak membawa senjata. Saat ini kami masih mendalami kasus ini,” ujarnya.
Tidak ada korban luka dalam insiden ini. Operasional Menara Eiffel sempat terkendala beberapa saat, namun kembali normal begitu pelaku diamankan. Pihak pengelola menara menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan tersebut dan memastikan keamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama. Di Prancis, memanjat menara ikonik tanpa izin merupakan tindakan ilegal yang dapat dikenai denda berat serta ancaman hukuman penjara. Kasus ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring pendalaman motif dan latar belakang pelaku oleh kepolisian Paris.
Comments (0)