Ukraina Serang Fasilitas Minyak Rusia di St Petersburg, Moskow Akui Serangan Drone Besar
St Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia yang juga merupakan pusat ekonomi dan budaya, menjadi sasaran serangan drone besar-besaran dari Ukraina pada Minggu (5/7/2026) dini hari. Target utama dala
St Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia yang juga merupakan pusat ekonomi dan budaya, menjadi sasaran serangan drone besar-besaran dari Ukraina pada Minggu (5/7/2026) dini hari. Target utama dalam serangan ini adalah terminal minyak utama yang berfungsi sebagai infrastruktur vital bagi rantai pasok energi Rusia. Informasi ini terkonfirmasi melalui pernyataan resmi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan diakui secara langsung oleh Gubernur St Petersburg Aleksandr Beglov.
Serangan itu tidak hanya menghantam terminal minyak, tetapi menurut klaim dari pihak militer Ukraina, juga berhasil menjangkau pangkalan angkatan laut utama Rusia yang berlokasi di wilayah tersebut. Jika klaim ini benar, maka operasi ini menjadi salah satu serangan dengan jangkauan terdalam yang pernah dilakukan Ukraina ke wilayah Rusia sejak konflik bersenjata antara kedua negara pecah. St Petersburg sendiri terletak sekitar 800 kilometer dari perbatasan Ukraina, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan drone jarak jauh yang dimiliki Kyiv.
Pernyataan Zelensky: Infrastruktur Kunci Pendanaan Perang
Presiden Zelensky dalam pidato singkatnya menegaskan bahwa terminal minyak yang diserang bukanlah target sipil biasa, melainkan aset strategis yang secara langsung menyokong mesin perang Rusia. Ia menyampaikan pernyataan tegas yang dikutip oleh berbagai media internasional dan laporan Terdepan.id.
"Ini adalah infrastruktur kunci yang menghasilkan pendapatan untuk perang Rusia," kata Zelensky, menekankan bahwa setiap fasilitas yang berkontribusi pada kemampuan militer Moskow adalah target yang sah bagi pasukan Ukraina.
Pernyataan ini sejalan dengan strategi Kyiv dalam beberapa bulan terakhir yang secara konsisten mengincar kilang minyak, depot bahan bakar, dan pusat logistik di dalam wilayah Rusia. Tujuannya adalah memotong aliran dana dan sumber daya yang digunakan Kremlin untuk membiayai invasi besar-besaran ke Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari empat tahun.
Gubernur St Petersburg Akui Kerusakan, Klaim Tidak Ada Korban
Di sisi lain, Gubernur St Petersburg Aleksandr Beglov membenarkan bahwa kotanya menghadapi gelombang serangan drone dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam keterangan resminya, ia menggambarkan situasi sebagai serangan "besar-besaran" dan mengonfirmasi bahwa terminal minyak tersebut memang menjadi salah satu titik yang terdampak.
Meskipun demikian, Beglov buru-buru menekankan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. "Menurut data awal, tidak ada korban jiwa," ujarnya singkat. Pihak berwenang setempat langsung mengerahkan tim pemadam kebakaran dan layanan darurat untuk mengendalikan situasi di area terminal. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai skala kerusakan material atau dampak lebih lanjut terhadap operasional terminal tersebut.
Dampak pada Pasokan Energi dan Eskalasi Konflik
Terminal minyak di St Petersburg merupakan salah satu simpul penting dalam jaringan ekspor energi Rusia, terutama untuk pengiriman melalui Laut Baltik. Setiap gangguan pada fasilitas ini berpotensi memicu gejolak pada rantai pasok minyak, meskipun para analis memperkirakan Rusia masih memiliki kapasitas cadangan untuk mengalihkan distribusi melalui pelabuhan lain. Namun, serangan ini tetap menjadi pukulan psikologis dan logistik bagi Moskow, mengingat St Petersburg selama ini relatif aman dari jangkauan senjata Ukraina.
Serangan ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di garis depan pertempuran, di mana kedua belah pihak saling melancarkan serangan jarak jauh menggunakan drone dan rudal. Dari perspektif Kyiv, operasi ini adalah upaya untuk memperlemah lawan dengan cara-cara asimetris, di saat perang darat belum menunjukkan titik terang yang jelas. Sementara itu, Kremlin sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan di St Petersburg, namun sejumlah pejabat tinggi Rusia dilaporkan akan segera menggelar rapat darurat untuk membahas langkah respons.
Laporan dari Terdepan.id akan terus memantau perkembangan situasi ini dan menyajikan informasi terkini seputar dampak serta reaksi internasional terhadap serangan di kota pelabuhan bersejarah Rusia tersebut.
Comments (0)