Viral Perempuan Diduga Alami Pelecehan Saat Naik Angkot di Bogor
Bogor — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindak pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di dalam angkutan perkotaan (angkot) di Kota Bogor menyebar luas di media sosial. Kejad
Bogor — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindak pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di dalam angkutan perkotaan (angkot) di Kota Bogor menyebar luas di media sosial. Kejadian ini sontak memicu kemarahan warganet dan menambah panjang daftar kasus kekerasan di transportasi umum yang terus menghantui para pengguna, khususnya perempuan.
Dalam tayangan video yang diterima Terdepan.id pada Jumat (3/7/2026), tampak seorang pria duduk di kursi penumpang depan, tepat di samping sopir. Pria tersebut mengenakan penutup kepala berwarna putih dan diduga sebagai pelaku yang dengan sengaja menyentuh area sensitif tubuh korban. Aksi bejat itu dilakukan ketika korban tengah merogoh dompet untuk membayar ongkos kepada sopir, sehingga ia tidak menyadari sepenuhnya gerak-gerik pelaku yang berada di dekatnya.
"Saya pas lagi mau bayar, tiba-tiba tangan dia sudah di bagian tubuh saya. Sengaja, bukan tidak sengaja," ujar korban dalam rekaman video yang beredar, dengan nada suara bergetar menahan emosi.
Korban yang tidak disebutkan identitasnya itu tampak syok dan langsung melaporkan perbuatan pelaku kepada sopir angkot. Beruntung, sang sopir tidak tinggal diam. Dalam rekaman itu, sopir angkot dengan tegas memberikan peringatan keras kepada pelaku dan meminta pria tersebut turun dari angkutan. Dukungan dari sopir ini menjadi titik terang di tengah peristiwa yang sangat meresahkan tersebut. Sopir angkot yang menunjukkan keberpihakan pada korban ini pun menuai pujian dari warganet yang melihat video tersebut.
"Sopirnya langsung ngomong, 'Turun, kamu! Jangan macam-macam sama penumpang saya,'" tutur korban menirukan ucapan sopir, yang sontak membuat pelaku menurut dan segera meninggalkan angkot.
Meski pelaku telah dipaksa turun, pengalaman traumatis itu membekas dalam di benak korban. Ia mengaku merasa kapok dan takut untuk kembali menaiki angkot setelah kejadian tersebut. Pernyataan korban ini menggambarkan betapa rentannya penumpang perempuan di transportasi umum yang kerap kali tidak memiliki perlindungan memadai. Hingga saat ini, belum diketahui apakah kasus tersebut sudah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. Masyarakat berharap aparat bergerak cepat menangkap pelaku agar peristiwa serupa tidak terulang dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jasa transportasi publik.
Comments (0)