Transaksi QRIS Jakarta Cetak Dominasi 38% dari Total Nasional, Kolaborasi Tiga Pilar Jadi Kunci

Jakarta, Terdepan.id – Dominasi digitalisasi sistem pembayaran di ibu kota kian tak terbendung. Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard

Jul 08, 2026 - 00:21
0 0
Transaksi QRIS Jakarta Cetak Dominasi 38% dari Total Nasional, Kolaborasi Tiga Pilar Jadi Kunci

Jakarta, Terdepan.id – Dominasi digitalisasi sistem pembayaran di ibu kota kian tak terbendung. Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di DKI Jakarta telah menembus angka 38 persen dari total transaksi nasional. Pencapaian ini menjadi penanda vital bahwa ekosistem ekonomi digital Jakarta terus mengalami akselerasi, terutama melalui penetrasi di jantung perekonomian rakyat.

Kolaborasi Strategis di Balik Lonjakan QRIS Jakarta

Capaian impresif ini bukan semata-mata hasil adopsi teknologi masyarakat, melainkan buah dari sinergi erat tiga pilar utama. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa geliat QRIS di Jakarta sangat didukung oleh kerja sama solid antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam bentuk dorongan masif terhadap digitalisasi pasar-pasar tradisional dan sektor usaha rakyat.

“Transaksi QRIS Jakarta ini sekarang sudah 38 persen dari transaksi nasional. Dan itu berkat kerja sama antara Bank Indonesia, OJK, mendorong seluruh pasar-pasar yang ada di Jakarta,” ujar Pramono saat membuka Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Pernyataan tersebut menggarisbawahi fokus strategis daerah yang menjadikan pasar rakyat sebagai katalis utama. Dengan memastikan para pedagang di pasar tradisional memiliki akses dan literasi terhadap QRIS, volume transaksi digital ibu kota melonjak signifikan. Langkah ini sejalan dengan upaya nasional untuk memperluas inklusi keuangan dan mengurangi ketergantungan pada uang tunai.

Pasar Rakyat Jadi Pendobrak Dominasi Transaksi Digital

Sebagai episentrum ekonomi nasional, Jakarta menampilkan potret bagaimana digitalisasi bisa menyentuh lapisan paling bawah sekalipun. Data internal Pemprov DKI menunjukkan, jumlah merchant QRIS di pasar rakyat terus bertambah, mengubah wajah transaksi harian dari yang semula konvensional menjadi serba instan dan tercatat. Selain efisiensi, keamanan transaksi juga menjadi faktor pendorong kepercayaan masyarakat.

Keberhasilan Jakarta mencatatkan porsi sebesar 38 persen dari total transaksi QRIS nasional menjadi tolok ukur penting bagi provinsi lain. Angka tersebut tidak hanya merepresentasikan volume tinggi, tetapi juga membuktikan bahwa ekosistem digital mampu tumbuh subur ketika regulator dan pemerintah daerah bergerak selaras. Ke depan, Pemprov DKI bersama BI dan OJK berkomitmen memperluas jangkauan hingga ke sektor informal dan fasilitas publik lainnya, menjadikan QRIS sebagai tulang punggung transaksi non-tunai di Ibu Kota. (Terdepan.id)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User