Terdepan.id - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa gaji guru dan pegawai negeri sipil (PNS) di Indon
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Prabowo dalam acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Prabowo dalam acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Anggaran Disebut Selalu Kurang
Di hadapan para ulama dan pemimpin NU, Prabowo menjelaskan alasan di balik minimnya pendapatan para pendidik dan abdi negara. Ia menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan terletak pada ketiadaan dana, melainkan pada aksi pencurian uang negara yang terjadi secara sistemik. Akibatnya, anggaran yang seharusnya digunakan untuk menyejahterakan guru dan PNS selalu mengalami defisit.
"Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan, karena uangnya nggak ada, diambil terus, saudara-saudara," tegas Prabowo.
Isu Kebocoran Jadi Penghambat
Presiden menekankan bahwa kebocoran kekayaan negara memberikan dampak negatif yang sangat luas, salah satunya adalah terhambatnya peningkatan kualitas hidup para guru yang notabene menjadi ujung tombak pendidikan bangsa. Menurutnya, jika praktik pengambilan uang negara ini dapat dihentikan, ruang fiskal untuk menaikkan gaji para guru dan PNS seharusnya sangat terbuka lebar.
Forum Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU ini menjadi momen penting bagi Presiden untuk menyampaikan keresahannya secara langsung kepada para pemuka agama. Prabowo berharap dukungan dari para ulama dan pembimbing umat untuk bersama-sama mengawal kebijakan anggaran agar lebih bersih dan tepat sasaran. Dengan demikian, target kesejahteraan guru dan reformasi birokrasi melalui peningkatan gaji PNS tidak lagi sekadar menjadi wacana yang tertahan oleh hilangnya uang rakyat.
Comments (0)