TEHERAN, Terdepan.id – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memimpin delegasi negaranya dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, yang digelar di Teheran. Kehadiran petinggi Rusia ini tidak sekadar bentuk penghormatan diplomatik, tetapi juga menjadi panggung untuk menyampaikan pesan politik tajam yang ditujukan kepada Washington.

Medvedev dengan lantang menyatakan keyakinannya bahwa Republik Islam Iran akan keluar sebagai pemenang dalam konfrontasi melawan Amerika Serikat. Pernyataan provokatif ini disampaikan melalui sebuah r

Jul 06, 2026 - 13:00
0 0
TEHERAN, Terdepan.id – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memimpin delegasi negaranya dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, yang digelar di Teheran. Kehadiran petinggi Rusia ini tidak sekadar bentuk penghormatan diplomatik, tetapi juga menjadi panggung untuk menyampaikan pesan politik tajam yang ditujukan kepada Washington.
Medvedev dengan lantang menyatakan keyakinannya bahwa Republik Islam Iran akan keluar sebagai pemenang dalam konfrontasi melawan Amerika Serikat. Pernyataan provokatif ini disampaikan melalui sebuah rekaman video yang diunggah di kanal Telegram pribadinya, setelah ia memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Khamenei pada Jumat (3/7) waktu setempat.

Solidaritas di Tengah Ketegangan Global

Kehadiran Medvedev menandai eratnya aliansi Moskow-Teheran di tengah tekanan geopolitik global. Dalam video yang beredar luas dan dipublikasikan kembali oleh media pemerintah Iran, Press TV, pada Sabtu (4/7/2026), mantan presiden Rusia itu tidak hanya menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama Kremlin, tetapi juga mencoba membakar semangat perlawanan bangsa Persia. "Rusia turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Pemimpin Besar Revolusi Islam. Kami yakin, bangsa Iran yang tangguh akan bangkit dan memenangkan perjuangan melawan hegemoni Amerika Serikat," ujar Medvedev dalam pernyataannya yang dikutip Terdepan.id. Retorika kemenangan yang diusung Medvedev ini mencerminkan posisi Rusia yang secara konsisten mendukung narasi "poros perlawanan" terhadap kebijakan luar negeri AS di kawasan Timur Tengah. Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kerja sama strategis kedua negara akan terus berlanjut pasca-kepergian Khamenei, yang selama ini dikenal sebagai figur sentral dalam menentang dominasi Barat di kawasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User