Surabaya — Mantan Karyawan Sebut Aliran Rp 12 Miliar ke Dharma Nyata Press

Ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya mendadak hening ketika seorang saksi kunci duduk di kursi pesakitan. Bukan terdakwa, melainkan mantan karyawan PT J

Jul 09, 2026 - 06:22
0 0
Surabaya — Mantan Karyawan Sebut Aliran Rp 12 Miliar ke Dharma Nyata Press

Ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya mendadak hening ketika seorang saksi kunci duduk di kursi pesakitan. Bukan terdakwa, melainkan mantan karyawan PT Java Fortis yang datang membawa selembar print-out laporan keuangan dan ingatan tajam tentang transaksi yang terjadi bertahun-tahun silam. Di hadapan majelis hakim, Rabu (8/7/2026), ia membuka lembaran baru dalam sengketa antara perusahaan penggugat dan mantan direkturnya: sebuah pengakuan bahwa dana hingga Rp 12 miliar pernah mengalir dari rekening PT Java Fortis ke entitas bernama PT Dharma Nyata Press.

Kesaksian di Bawah Sumpah

Sang mantan karyawan, yang pernah menempati posisi di bagian keuangan, memberikan keterangan dengan suara bergetar. Ia membeberkan kronologi transfer yang ia klaim terjadi dalam beberapa gelombang sepanjang satu tahun fiskal. "Saya ingat betul karena nominalnya tidak biasa—bukan untuk pembayaran vendor rutin," ujarnya. Nota internal yang ia simpan menjadi bukti bisu dari transaksi yang hingga kini belum sepenuhnya terang motifnya.

"Saya melihat sendiri slip transfer itu. Rp 12 miliar pergi begitu saja. Tidak ada kontrak jelas, tidak ada purchase order. Hanya instruksi lisan," kata mantan karyawan tersebut dalam kesaksiannya.

Aliran Dana yang Tak Lazim

Bayangkan aliran uang perusahaan ibarat jaringan pipa air yang setiap liternya tercatat dengan meteran digital. Dalam akuntansi modern, setiap rupiah memiliki jejak. Namun dalam kasus ini, Rp 12 miliar diduga meluncur melalui "pipa" yang tidak terdaftar di peta resmi perusahaan. Keberadaan PT Dharma Nyata Press—perusahaan yang bergerak di bidang percetakan—sebagai penerima dana menimbulkan banyak tanya. Pasalnya, PT Java Fortis, yang bergerak di sektor konstruksi dan manajemen aset, tidak memiliki riwayat kerjasama besar dengan percetakan.

Di titik inilah misteri dimulai. Apakah ini pembayaran fiktif, atau bagian dari skema pengalihan aset yang lebih rumit? Dokumen yang disodorkan mantan karyawan itu menunjukkan tanggal, jumlah, dan nomor rekening yang konsisten. Namun, belum ada konfirmasi dari pihak Dharma Nyata Press maupun klarifikasi menyeluruh tentang hubungan bisnis antara kedua perusahaan.

Teka-teki di Balik Transaksi

Persidangan ini sesungguhnya merupakan buntut dari gugatan PT Java Fortis terhadap mantan direkturnya sendiri, yang dituduh melakukan serangkaian tindakan melawan hukum. Pengungkapan mantan karyawan ini bagaikan benang merah yang tiba-tiba muncul dari gulungan kusut. Jika benar dana itu mengalir tanpa persetujuan komisaris atau pemegang saham mayoritas, maka bisa jadi ini adalah pelanggaran fidusia berat.

Pakar hukum korporasi yang dihubungi terpisah menjelaskan, "Aliran dana tanpa dasar kontrak yang sah bisa dikategorikan sebagai penggelapan atau setidaknya penyalahgunaan wewenang. Apalagi jika penerima adalah pihak ketiga tanpa hubungan bisnis yang jelas." Namun, ia mengingatkan bahwa semua kembali pada bukti dokumen dan keterangan saksi-saksi lain yang akan dihadirkan.

Pelajaran untuk Dunia Korporasi

Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya tata kelola keuangan yang transparan. Seperti sistem operasi yang harus selalu diperbarui untuk menutup celah keamanan, perusahaan wajib memiliki kontrol internal yang mencegah transaksi sepihak. Whistleblower dari kalangan karyawan sering kali menjadi kunci pembuka kebenaran, meski risiko karier membayangi.

Sidang masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi tambahan. Majelis hakim mengingatkan semua pihak untuk menahan diri dan membiarkan proses hukum berjalan. Sementara itu, PT Dharma Nyata Press belum memberikan respons resmi. Satu hal yang pasti: ruang sidang di Surabaya itu akan terus dipenuhi pertanyaan—ke mana sesungguhnya Rp 12 miliar itu bermuara?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User