Stres Menumpuk dan Ingin Marah? Psikolog Sarankan Teknik Relaksasi Otot Progresif

Terdepan.id, Depok - Tekanan hidup dan kecemasan yang menumpuk tidak jarang membuat seseorang mudah marah dan berperilaku agresif. Untuk mengatasinya, psikolog klinis Sriana Sihombing, S.Psi, M.M, M.

Jul 06, 2026 - 07:39
0 0
Stres Menumpuk dan Ingin Marah? Psikolog Sarankan Teknik Relaksasi Otot Progresif

Terdepan.id, Depok - Tekanan hidup dan kecemasan yang menumpuk tidak jarang membuat seseorang mudah marah dan berperilaku agresif. Untuk mengatasinya, psikolog klinis Sriana Sihombing, S.Psi, M.M, M.Psi, yang akrab disapa Anna, merekomendasikan teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) atau relaksasi otot progresif. Teknik ini diyakini ampuh sebagai pertolongan pertama kala emosi hendak meledak.

Dalam perbincangan dengan Terdepan.id di Siloam Heart Hospital, Cinere, Depok, Sabtu (4/7/2026), Anna menjelaskan bahwa PMR bekerja dengan cara melepaskan ketegangan yang tersimpan di beberapa kelompok otot, seperti bahu, lengan, perut, hingga wajah. Metode ini sangat membantu meredakan kondisi psikologis yang tidak stabil atau bahkan meledak-ledak, karena ketegangan fisik kerap menjadi cerminan langsung dari gejolak mental.

Sinyal Relaksasi ke Otak

Anna memaparkan bahwa saat seseorang stres, otot-otot di tubuh secara refleks ikut menegang. PMR membantu memutus siklus tersebut dengan mengirimkan sinyal relaksasi ke otak melalui gerakan mengencangkan dan melepaskan otot secara sadar.

“Itu untuk merilis tension, makanya tadi dia harus mengepalkan tangan, angkat bahu. Karena semua tension itu biasanya di bagian tubuh itu tadi,” ungkapnya.

Contoh langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah, menurut Anna, adalah mengepalkan tangan sekuat mungkin selama 5-10 detik, lalu melepaskannya perlahan sambil merasakan sensasi rileks yang menyebar. Gerakan ini kemudian bisa dilanjutkan ke otot lengan, leher, rahang, bahu, dada, perut, dan kaki.

Latihan Rutin Kendalikan Amarah

Keunggulan PMR adalah kemudahannya dipraktikkan tanpa alat khusus dan bisa dilakukan di mana saja. Anna menyarankan latihan rutin minimal 10-15 menit setiap hari untuk mendapatkan manfaat optimal. “Seringkali kita tidak sadar bahwa otot bahu, leher, atau rahang terasa kaku saat sedang stres. PMR membantu kita mengenali dan mengendurkan area tersebut sebelum emosi memuncak,” tambahnya.

Meski teknik ini cukup andal sebagai langkah awal, Anna mengingatkan bahwa berkonsultasi dengan psikolog tetap penting jika masalah emosi sudah mengganggu aktivitas harian. Terdepan.id akan terus menghadirkan laporan seputar kesehatan mental yang mudah diaplikasikan di tengah padatnya rutinitas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User