Stok Beras Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Buka Peluang Ekspor ke Singapura

Jakarta, Terdepan.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras nasional kini telah menembus angka 5,1 juta ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Jul 08, 2026 - 00:30
0 0
Stok Beras Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Buka Peluang Ekspor ke Singapura

Jakarta, Terdepan.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras nasional kini telah menembus angka 5,1 juta ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi dalam negeri. Surplus ini membuka peluang bagi Indonesia untuk kembali melakukan ekspor beras ke Singapura, sebuah langkah yang akan memperkuat posisi Tanah Air sebagai lumbung pangan kawasan.

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (29/6/2026), Mentan Amran menyampaikan usulan ekspor minimal 10 ribu ton beras. Pertemuan itu tidak hanya membahas komoditas beras, tetapi juga menjajaki peningkatan kerja sama untuk komoditas strategis lainnya seperti daging ayam, telur, minyak sawit, kelapa, dan produk pertanian unggulan lainnya.

"Kami mengusulkan ekspor minimal 10 ribu ton beras dari Indonesia ke Singapura. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kerja sama untuk komoditas ayam, telur, minyak sawit, serta memperkuat pertukaran teknologi pertanian. Ini menjadi langkah kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara," ujar Amran dalam keterangan tertulis yang diterima Terdepan.id.

Stok Beras Melimpah, Ekspor Jadi Solusi

Berdasarkan data yang dihimpun media kami, capaian stok beras 5,1 juta ton merupakan hasil dari panen raya di sejumlah sentra produksi pada semester pertama 2026. Dengan perkiraan konsumsi nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, surplus yang tersedia saat ini dinilai aman hingga beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian optimistis ekspor ke Singapura tidak akan mengganggu ketahanan pangan domestik, justru menjadi nilai tambah bagi petani dan perekonomian nasional.

Singapura sendiri dikenal sebagai negara yang sangat bergantung pada impor pangan. Keterbukaan pasar Negeri Singa terhadap beras Indonesia diharapkan bisa terwujud setelah melalui pembahasan teknis terkait standar kualitas, harga, dan mekanisme pengiriman. Kedua belah pihak sepakat membentuk tim teknis untuk mempercepat realisasi ekspor perdana ini.

Dorong Ekspor Komoditas Lain dan Transfer Teknologi

Tak hanya beras, Mentan Amran juga mendorong agar Indonesia dapat meningkatkan volume ekspor komoditas peternakan seperti ayam dan telur ke Singapura. Selama ini, produk unggas Indonesia telah diakui kualitasnya di pasar regional. Minyak sawit dan kelapa juga menjadi andalan yang ingin diperluas pangsa pasarnya.

Dalam kesempatan yang sama, kedua menteri menyepakati penguatan kolaborasi riset dan pertukaran teknologi pertanian. Singapura memiliki keunggulan di bidang agritech, sementara Indonesia kaya akan lahan dan sumber daya alam. Sinergi ini diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pertanian di kedua negara.

Laporan Terdepan.id mencatat, kerja sama bilateral ini sejalan dengan visi Kementerian Pertanian untuk menjadikan Indonesia sebagai eksportir pangan dunia. Dengan stok yang terjaga dan diplomasi perdagangan yang aktif, peluang ekspor ke berbagai negara, termasuk Singapura, akan terus dibuka untuk mendongkrak devisa dan kesejahteraan petani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User