Harga LNG Industri Turun Drastis Jadi US$ 13/MMBTU demi Selamatkan Lapangan Kerja

Jakarta - Pemerintah resmi menurunkan harga Liquefied Natural Gas (LNG) untuk sektor industri menjadi US$ 13 per Million British Thermal Unit (MMBTU). Keputusan ini merupakan penurunan signifikan dar

Jul 08, 2026 - 00:29
0 0
Harga LNG Industri Turun Drastis Jadi US$ 13/MMBTU demi Selamatkan Lapangan Kerja

Jakarta - Pemerintah resmi menurunkan harga Liquefied Natural Gas (LNG) untuk sektor industri menjadi US$ 13 per Million British Thermal Unit (MMBTU). Keputusan ini merupakan penurunan signifikan dari harga sebelumnya yang mencapai US$ 23 per MMBTU. Kebijakan ini digulirkan sebagai respons atas tekanan yang dihadapi industri padat gas nasional akibat melemahnya daya saing produk dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penurunan harga ini hanya berlaku untuk LNG yang digunakan oleh sektor industri penghasil barang. Sementara itu, harga LNG untuk pembangkit listrik tidak mengalami perubahan. Langkah ini diambil untuk menjaga kontinuitas produksi sekaligus mempertahankan jutaan lapangan kerja yang terancam oleh gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perlindungan bagi Sektor Padat Gas

Sektor industri padat gas seperti keramik, petrokimia, kaca, dan baja telah lama mengeluhkan tingginya harga gas, yang bisa menyumbang 30-50% dari total biaya produksi. Dengan harga sebelumnya yang mencapai US$ 23/MMBTU, produk-produk lokal kesulitan bersaing dengan barang impor dari negara-negara yang memiliki harga gas lebih kompetitif. Kondisi ini mengakibatkan banyak pabrik beroperasi di bawah kapasitas optimal, bahkan beberapa terpaksa melakukan perampingan tenaga kerja.

Menurut laporan yang dihimpun Terdepan.id, penurunan harga LNG ini diharapkan dapat memulihkan utilisasi pabrik hingga 80-90%, sekaligus menekan biaya pokok produksi (HPP) rata-rata sebesar 6-10%. Efek domino dari kebijakan ini adalah penghematan devisa, karena produk substitusi impor akan kembali menarik bagi pasar domestik.

Pernyataan Menteri ESDM

"Kita tidak ingin industri nasional tutup dan rakyat kehilangan pekerjaan. Dengan harga LNG yang lebih wajar, industri bisa lebih efisien dan mampu kembali tumbuh. Sektor listrik tidak terdampak kebijakan ini, sehingga tarif tetap stabil," ujar Bahlil dalam keterangan pers di Jakarta, seperti dikutip Terdepan.id.

Bahlil menambahkan, kebijakan ini sudah melalui evaluasi teknis dan komersial yang mendalam agar tetap menjaga keekonomian rantai pasok gas nasional. Pemerintah memastikan alokasi pasokan LNG untuk industri akan tetap terjaga melalui skema alokasi DMO (Domestic Market Obligation) dan penyesuaian kontrak komersial dengan produsen.

Dampak terhadap Investasi dan Hilirisasi

Kalangan pelaku usaha menyambut baik penurunan harga ini. Mereka meyakini bahwa kepastian harga gas yang lebih rendah akan mendorong investor kembali melirik Indonesia sebagai basis produksi, khususnya di kawasan industri berbasis gas. Dalam jangka menengah, kebijakan ini juga diharapkan mempercepat program hilirisasi mineral, karena banyak smelter yang mengandalkan gas sebagai sumber energi dan bahan baku.

Terdepan.id mencatat, langkah penurunan harga ini adalah bagian dari rangkaian kebijakan industrial pemerintah untuk menjaga struktur manufaktur nasional di tengah tantangan perlambatan ekonomi global. Meski demikian, pemerintah masih perlu memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan infrastruktur regasifikasi agar penyesuaian harga dapat berjalan efektif di seluruh wilayah industri Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User