Stasiun Induk CNG Tanjung Enim Siap Dibangun, Percepat Pemanfaatan Gas Bumi Nasional
Pemerintah terus memperluas penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif yang lebih bersih dan efisien. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah pembangunan stasiun induk atau mother station CNG di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Fasilitas ini akan menjadi pusat pengolahan dan distribusi gas alam terkompresi yang bertujuan memasok kebutuhan energi ramah lingkungan ke berbagai daerah di Sumatera.
Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang pengawasannya dilakukan langsung oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman baru-baru ini meninjau langsung lokasi yang direncanakan. Dalam kunjungan tersebut, Dudung menekankan pentingnya percepatan penyelesaian sejumlah aspek administrasi yang masih menjadi kendala, terutama penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar selaras dengan rencana pembangunan daerah.
"Memang ada beberapa permasalahan, namun karena semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional yang harus kita kembangkan," ujar Dudung, dikutip Minggu (5/7/2026).
Stasiun induk CNG berfungsi sebagai tempat pengompresian gas bumi yang kemudian disalurkan melalui kendaraan khusus ke stasiun-stasiun pengisian di berbagai titik. Lokasi Tanjung Enim dipilih karena berada di kawasan kaya cadangan gas bumi dan memiliki posisi strategis untuk melayani kebutuhan transportasi maupun industri di Sumatera Selatan. Dengan beroperasinya mother station ini, rantai distribusi CNG akan lebih efisien, mengurangi biaya logistik energi, serta mendukung target pemerintah menekan impor bahan bakar minyak (BBM).
Dukungan Infrastruktur dan Target Energi Nasional
Keberadaan stasiun induk CNG di Tanjung Enim merupakan bagian dari strategi besar pemerintah mendorong pemanfaatan gas bumi domestik. Langkah ini sejalan dengan target bauran energi nasional yang menginginkan kontribusi gas mencapai 24 persen pada tahun 2050. Selain mengurangi ketergantungan pada BBM, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor industri pendukung dan logistik gas.
Pemerintah melalui KSP terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk mempercepat perizinan serta memastikan kesesuaian tata ruang. Dengan rampungnya proses administrasi, diharapkan konstruksi stasiun induk CNG Tanjung Enim dapat segera dimulai dan menjadi tonggak penting bagi pengembangan energi bersih di Sumatera.
Percepatan proyek ini juga dinilai krusial mengingat kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. Stasiun induk CNG di Tanjung Enim kelak akan menjadi simpul penting dalam jaringan distribusi gas nasional, menghubungkan sumber gas Sumatera dengan wilayah-wilayah yang selama ini masih bergantung pada BBM bersubsidi.
Comments (0)