Harga Solar Subsidi di Malaysia Turun Menjadi RM 2,10 per Liter Mulai Juli
Terdepan.id, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim resmi mengumumkan penurunan harga solar bersubsidi bagi seluruh warga negara. Harga yang semula
Terdepan.id, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim resmi mengumumkan penurunan harga solar bersubsidi bagi seluruh warga negara. Harga yang semula bergantung pada fluktuasi pasar kini dipatok pada angka RM 2,10 per liter, setara dengan sekitar Rp 9.061 (kurs Rp 4.315 per Ringgit). Kebijakan yang dinanti-nantikan ini direncanakan mulai berlaku pada awal Juli mendatang, sejalan dengan peluncuran program subsidi tepat sasaran yang lebih terstruktur.
Penurunan ini menjadi angin segar di tengah beban biaya hidup yang terus meningkat. Sebelumnya, pada April lalu, harga solar tanpa subsidi di Semenanjung Malaysia sempat melambung tinggi hingga menyentuh RM 6 per liter atau sekitar Rp 25.890. Lonjakan tersebut memicu gelombang protes dari kalangan pengusaha logistik, nelayan, dan rakyat kecil yang menggantungkan hidup pada kendaraan diesel. Namun, setelah serangkaian penyesuaian oleh pemerintah melalui mekanisme subsidi bersasar, harga pasar berhasil ditekan menjadi RM 4,37 (Rp 18.856) sebelum akhirnya turun lebih signifikan pada Juli nanti.
Reformasi Subsidi, Bukan Sekadar Pemotongan Anggaran
Keberhasilan menurunkan harga solar bersubsidi tidak terlepas dari langkah berani Putrajaya merombak total sistem subsidi yang selama ini dinilai bocor dan tidak tepat sasaran. Anwar Ibrahim dalam keterangannya menegaskan bahwa reformasi ini bukan sekadar menghemat anggaran negara, melainkan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
“Kita tidak lagi bisa membiarkan subsidi dinikmati oleh penyelundup, industri besar asing, atau pihak yang tidak layak. Melalui verifikasi MyKad yang terintegrasi dengan program Budi RON95, kami pastikan setiap sen bantuan sampai ke rakyat kecil, pengusaha mikro, dan petani yang sejatinya memerlukan,” ujar Anwar di hadapan media seusai rapat kabinet di Putrajaya, seperti dilansir laporan Terdepan.id.
Program Budi RON95 sendiri merupakan sistem penyaluran subsidi bahan bakar berbasis identitas digital. Setiap transaksi pembelian solar bersubsidi akan diverifikasi melalui MyKad, kartu identitas nasional Malaysia, sehingga pemerintah dapat memantau secara real-time siapa yang membeli, berapa volumenya, dan apakah pembelian tersebut masih dalam batas kuota wajar. Langkah ini sekaligus menutup celah penyelundupan solar bersubsidi ke negara tetangga yang selama ini merugikan Malaysia hingga miliaran ringgit per tahun.
Dampak Positif bagi Sektor Transportasi dan Logistik
Harga solar yang lebih rendah sebesar RM 2,10 per liter diproyeksikan akan menekan biaya operasional sektor pengangkutan darat dan laut. Asosiasi Pengusaha Logistik Malaysia (APLM) menyambut baik kebijakan ini, seraya berharap agar penurunan harga segera diikuti dengan penyesuaian tarif angkutan barang dan jasa yang sempat naik akibat lonjakan solar beberapa bulan terakhir.
Dalam jangka menengah, penurunan harga solar bersubsidi juga dipercaya mampu menahan laju inflasi pangan, karena rantai distribusi pertanian dan hasil laut sangat bergantung pada kendaraan diesel. Pemerintah Malaysia menargetkan, dengan kombinasi antara harga solar subsidi yang terjangkau dan sistem verifikasi yang ketat, inflasi keseluruhan bisa ditekan di bawah 2,5 persen pada paruh kedua tahun ini.
Harapan dan Kewaspadaan
Kendati disambut optimisme, sejumlah pengamat mengingatkan agar implementasi di lapangan tidak menimbulkan antrean panjang atau malah memunculkan pasar gelap baru. Pemerintah pun berjanji akan memperkuat pengawasan di setiap stasiun pengisian bahan bakar yang ditunjuk, serta menyediakan saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan kejanggalan.
Bagi warga Malaysia, pengumuman ini menjadi bukti bahwa reformasi subsidi yang tepat sasaran bisa menghasilkan manfaat ganda: harga lebih murah bagi yang membutuhkan, sekaligus pengelolaan fiskal yang lebih sehat. Kini, semua mata tertuju pada Juli di mana janji-nanji tersebut akan diuji di lapangan.
Comments (0)