Program Makan Bergizi Gratis Akan Gunakan AI, Sasar Juga Penderita TBC

Jakarta – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), bersiap memasuki babak baru dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Rencana ini merupakan bagian dari

Jul 08, 2026 - 05:38
0 0
Program Makan Bergizi Gratis Akan Gunakan AI, Sasar Juga Penderita TBC

Jakarta – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), bersiap memasuki babak baru dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Rencana ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah yang akan mengintegrasikan AI ke berbagai program kementerian dan pemerintah daerah sepanjang periode 2026 hingga 2029.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Terdepan.id, penyusunan peta jalan atau roadmap pemanfaatan AI dalam program MBG tengah berlangsung. Tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi penyaluran makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan, teknologi ini juga dirancang untuk menyasar penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC).

Pemerintah meyakini pemanfaatan AI secara terintegrasi mampu mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 12 persen, atau setara dengan 366 miliar dolar AS pada tahun 2030.

Optimalisasi AI dalam program MBG diyakini dapat mempercepat distribusi bantuan, menganalisis data penerima secara real-time, serta memastikan sasaran program tepat guna. Sementara itu, penyaluran kepada penderita TBC menjadi bagian dari perluasan manfaat program, mengingat asupan gizi berperan vital dalam proses pemulihan pasien penyakit menular tersebut.

Saat ini, draf regulasi yang mengatur pemanfaatan AI di berbagai sektor pemerintahan masih menanti persetujuan langsung dari Presiden Prabowo. Regulasi ini akan menjadi payung hukum yang mendasari implementasi AI di lintas kementerian dan daerah, termasuk dalam modernisasi program MBG.

Pemerintah menargetkan akselerasi ini bukan hanya untuk mengerek pertumbuhan ekonomi domestik, tetapi juga untuk memperkuat daya saing Indonesia di kancah regional dan global. Dengan populasi digital yang terus bertumbuh, Indonesia diproyeksikan mampu menjadi salah satu pemain kunci dalam pemanfaatan AI di Asia Tenggara.

Para pemangku kepentingan berharap sinergi antara teknologi AI dan program sosial seperti MBG dapat menciptakan model tata kelola bantuan publik yang lebih transparan, terukur, dan berdampak luas. Jika regulasi segera disahkan, tahap awal implementasi integrasi AI di program MBG akan dimulai pada tahun 2026 sesuai dengan peta jalan yang telah disusun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User