Prabowo Sebut Lima Bendungan Baru Tambah Produksi Beras 1 Juta Ton
LOMBOK BARAT — Presiden Prabowo Subianto meresmikan serentak lima bendungan baru dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Kamis (11/7/2026). Dalam pidatonya
LOMBOK BARAT — Presiden Prabowo Subianto meresmikan serentak lima bendungan baru dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Kamis (11/7/2026). Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa lima bendungan ini akan menambah produksi beras nasional hingga 1 juta ton per tahun, mengamankan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Lima Bendungan, Lima Harapan Baru
Bendungan yang diresmikan antara lain Bendungan Meninting (NTB), Bendungan Jragung (Jawa Tengah), Bendungan Ameroro (Sulawesi Tenggara), Bendungan Keureuto (Aceh), dan Bendungan Pamukkulu (Sulawesi Selatan). Kelimanya memiliki kapasitas tampung total mencapai 450 juta meter kubik dan mampu mengairi lebih dari 100 ribu hektar sawah.
"Dengan tambahan irigasi dari bendungan-bendungan ini, kita bisa meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua atau tiga kali setahun. Produksi beras kita diproyeksi naik hingga 1 juta ton. Ini langkah konkret menuju kedaulatan pangan," ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan petani dan pejabat yang hadir.
Data Kementerian PUPR menunjukkan bahwa total investasi untuk pembangunan kelima bendungan tersebut mencapai Rp14,3 triliun. Bendungan Meninting sendiri menelan biaya Rp2,8 triliun dan mulai dibangun pada 2019. Ia akan mengairi 3.500 hektar lahan di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, sekaligus menyediakan air baku 100 liter per detik untuk masyarakat sekitar.
Kronologi Peresmian dan Manfaat
- 2019–2022: Groundbreaking kelima bendungan dilakukan bertahap; Bendungan Meninting dimulai Oktober 2019 dengan target penyelesaian 2024, namun terkendala pandemi dan cuaca.
- 2023–2025: Konstruksi dikebut; Bendungan Ameroro dan Jragung selesai lebih dulu, diikuti Meninting, Keureuto, dan Pamukkulu pada awal 2026.
- 10 Juli 2026: Presiden bersama jajaran menteri menginspeksi Bendungan Meninting, memastikan kesiapan operasional penuh.
- 11 Juli 2026: Peresmian serentak secara virtual dari Meninting; kelima bendungan resmi beroperasi penuh, langsung mendistribusikan air irigasi ke jaringan primer.
Menko Perekonomian turut menyampaikan bahwa tambahan 1 juta ton beras dapat menekan impor hingga 15 persen dan menghemat devisa sekitar Rp7 triliun per tahun. Kementerian Pertanian juga akan memperkuat pendampingan petani melalui benih unggul dan mekanisasi.
- Total luas irigasi: 102.400 hektar
- Tambahan produksi padi: 3,2 juta ton gabah kering giling (setara 1 juta ton beras)
- Peningkatan pendapatan petani: diperkirakan naik 30%
- Air baku tambahan: 1,5 meter kubik per detik untuk 500 ribu jiwa
Peresmian ini menjadi tonggak penting Program Strategis Nasional (PSN) ketahanan air dan pangan warisan pemerintahan sebelumnya yang kini didorong pada era Prabowo. Para petani menyambut gembira karena lahan tadah hujan kini mendapat pasokan air sepanjang tahun.
[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan 5 bendungan serentak! Produksi beras RI siap bertambah 1 juta ton/tahun. Petani sejahtera, pangan kuat, Indonesia jaya! 🌾 #BendunganUntukNegeri #KetahananPangan #PrabowoKerja[SOCIAL_TG]: 🌾 Presiden Prabowo resmikan lima bendungan baru dari Meninting. Tambahan irigasi 100 ribu hektar, produksi beras naik 1 juta ton/tahun. Kedaulatan pangan makin nyata!
Comments (0)