Airlangga Ungkap Investor Bangun Data Center 1,3 GW di RI
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sejumlah investor global telah menyatakan minat serius untuk memba
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sejumlah investor global telah menyatakan minat serius untuk membangun pusat data (data center) berkapasitas hingga 1,3 gigawatt (GW) di Indonesia. Minat ini dinilai sebagai respons terhadap pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan yang membutuhkan infrastruktur digital berskala hyper-scale.
Dari Forum Investasi ke Rencana Konkret
Pernyataan Airlangga disampaikan di sela-sela agenda pertemuan bilateral di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pasifik, akhir pekan lalu. Ia menyebut beberapa pihak yang tertarik mencakup investor dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab, yang sebelumnya telah menjajaki lahan di kawasan industri berbasis teknologi di Batam, Kalimantan Timur, dan Jakarta.
"Yang paling serius adalah proposal pembangunan data center 1,3 GW, angka yang sangat besar. Ini bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu hub data center terbesar di Asia Tenggara," ujar Airlangga kepada awak media, Kamis (11/7/2026).
Menurut data Kemenko Perekonomian, kapasitas 1,3 GW tersebut setara dengan kebutuhan listrik lebih dari 1 juta rumah tangga, dan akan menjadikan pusat data ini sebagai salah satu yang terbesar di kawasan, melampaui fasilitas yang ada di Singapura dan Malaysia. Investasi ini diperkirakan menyerap dana sekurangnya US$5 miliar dan menciptakan 8.000 lapangan kerja langsung selama tahap konstruksi serta 2.500 pekerjaan permanen untuk operasional.
Kronologi Minat Investor
- April 2026: Tiga konsorsium asing mengirimkan letter of intent kepada BKPM, menawarkan pembangunan data center hyperscale dengan dukungan energi hijau.
- Mei 2026: Tim teknis investor mengunjungi lahan potensial di Batam, Balikpapan, dan Cikarang; Kementerian ESDM memastikan pasokan listrik dari energi terbarukan dan jaringan bawah laut.
- Juni 2026: Airlangga memimpin rapat lintas kementerian untuk menyiapkan insentif fiskal, termasuk tax holiday 20 tahun dan bebas bea masuk peralatan.
- Juli 2026: Salah satu investor menyampaikan proposal final kapasitas 1,3 GW; pemerintah menargetkan groundbreaking pada kuartal pertama 2027 dan operasional tahap awal pada 2029.
Jika terealisasi, proyek ini akan melipatgandakan kapasitas data center nasional yang saat ini sekitar 250 MW. Kemenkominfo menyambut baik karena sejalan dengan visi Indonesia Digital 2045 dan mendukung hilirisasi data untuk kedaulatan digital.
[SOCIAL_TWEET]: Indonesia siap jadi raksasa data center! Menko Airlangga ungkap minat investor global bangun pusat data 1,3 GW—terbesar di Asia Tenggara, investasi US$5 M dan ribuan lapangan kerja. #InvestasiDigital #DataCenterRI #IndonesiaMaju[SOCIAL_TG]: 🖥️ Minat investor global membangun data center 1,3 GW di Indonesia menguat. Proyek super besar ini akan jadi fondasi era AI dan ekonomi digital nasional. Selengkapnya: [tautan]
Comments (0)