Viral! Pria Dibacok di Jalan, Polisi Buru Pelaku

Jakarta – Sebuah rekaman video yang mengabadikan aksi brutal seorang pria membacok korban di pinggir jalan umum mendadak viral di berbagai platform media s

Jul 12, 2026 - 13:32
0 0
Viral! Pria Dibacok di Jalan, Polisi Buru Pelaku
Jakarta – Sebuah rekaman video yang mengabadikan aksi brutal seorang pria membacok korban di pinggir jalan umum mendadak viral di berbagai platform media sosial. Dalam video yang diunggah oleh sejumlah akun, terlihat seorang pria dengan senjata tajam jenis parang menebas tubuh korban hingga tersungkur bersimbah darah. Insiden ini langsung menuai kecaman publik serta mendorong aparat kepolisian untuk segera bergerak cepat mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Hingga saat ini, video berdurasi 28 detik itu telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali di platform X (Twitter) dan dibagikan masif melalui grup-grup WhatsApp serta kanal Telegram. Tagar seperti #PelakuBacok dan #CariPelaku sempat menduduki daftar topik terpopuler pada Jumat malam.

Kronologi Kejadian Versi Saksi dan Media Sosial

Dalam potongan video yang beredar, tampak suasana jalanan yang masih cukup ramai pada waktu sore menjelang magrib. Seorang pria berbaju hitam tiba-tiba menghampiri korban yang sedang berdiri di dekat trotoar. Tanpa peringatan, ia mengayunkan senjata tajam ke arah punggung dan lengan korban. Korban terjatuh, namun pelaku terus membacok beberapa kali sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor yang telah menunggu di dekat lokasi.
“Saya lihat dari lantai dua ruko, awalnya dikira perkelahian biasa. Tapi waktu dia keluarkan golok, saya langsung teriak. Sayangnya tidak ada yang berani mendekat,”
ujar Andi (34), saksi mata yang tidak ingin disebutkan nama lengkapnya, saat dihubungi melalui pesan singkat. Beberapa pengguna media sosial mengklaim mengenali pelaku dari model potongan rambut dan pakaian yang dikenakan. Namun, pihak kepolisian belum mau berspekulasi dan tengah melakukan pendalaman berbasis rekaman CCTV yang ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Langkah Kepolisian: Kantongi Identitas Pelaku

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Ahmad Maulana, saat dihubungi membenarkan bahwa video tersebut memang berasal dari kejadian nyata yang kini tengah ditangani oleh Polres setempat.
“Kami sudah menerima laporan dan saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif. Tim telah mengamankan rekaman CCTV dari sejumlah sudut serta barang bukti yang ditinggalkan di lokasi. Identitas pelaku sudah kami kantongi dan kami imbau kepada yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri,”
tegas Ahmad Maulana dalam keterangan resminya, Sabtu (1/3). Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik warung dan juru parkir yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Selain itu, Densus Kejahatan Jalanan turut diterjunkan untuk mengecek jejaring sosial pelaku guna mengantisipasi kemungkinan pelaku melarikan diri ke luar kota.

Korban Kritis di Rumah Sakit

Sementara itu, korban yang diketahui berinisial RA (25) saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng. Menurut keterangan dokter jaga, RA menderita luka bacok serius di bagian lengan atas dan punggung. Ia sempat kehilangan banyak darah dan menjalani operasi darurat pada Jumat malam.
“Kondisi pasien sekarang sudah mulai stabil meskipun masih dalam pengawasan ketat. Kami akan terus memberikan perawatan terbaik,”
ujar dr. Fatimah, Kepala IGD RSUD Cengkareng. Keluarga korban enggan memberikan komentar lebih lanjut dan memilih fokus pada pemulihan RA. Namun, melalui kuasa hukumnya, mereka mendesak agar pelaku segera tertangkap dan dihukum seberat-beratnya.

Reaksi Publik: Kecam Aksi Brutal, Desak Penegakan Hukum Tegas

Viralnya video pembacokan ini kembali mengundang keprihatinan masyarakat terhadap maraknya aksi kekerasan jalanan yang terjadi di wilayah perkotaan. Banyak warganet yang menyuarakan keresahan mereka.
  • Tagar #StopKekerasanJalanan telah digunakan lebih dari 15 ribu cuitan hanya dalam waktu 12 jam.
  • Sejumlah figur publik dan influencer ramai-ramai mengecam aksi sadis tersebut dan mendorong polisi untuk tidak hanya menangkap pelaku tetapi juga mengungkap motif di baliknya.
  • LSM yang bergerak di bidang advokasi korban kekerasan, mulai mendesak adanya patroli rutin di jam rawan untuk mencegah kejadian serupa.
Pakar Kriminolog Universitas Indonesia, Dr. Heru Susetyo, menilai bahwa penyebaran konten kekerasan seperti video bacok ini adalah pedang bermata dua.
“Di satu sisi ini membantu polisi dalam mengidentifikasi pelaku dan mempercepat penanganan, tetapi di sisi lain ini bisa menimbulkan efek traumatis bagi penonton dan malah mendorong pelaku potensial mendapatkan ‘ketenaran’. Kebiasaan menyebarkan konten sadis tanpa sensor harus dihentikan,”
jelas Heru. Imbauan serupa juga disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mulai melakukan take down terhadap konten yang memuat unsur kekerasan ekstrem tanpa blur atau sensor. Masyarakat diminta untuk tidak turut menyebarkan video tersebut demi menjaga privasi korban dan mencegah eksploitasi visual.

Poin Penting Perkembangan Kasus

  • Waktu Kejadian: Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 18.15 WIB.
  • Lokasi: Jalan Utama kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat.
  • Pelaku: Diduga dua orang, satu eksekutor dan satu pengemudi motor.
  • Korban: RA (25), saat ini dirawat di RSUD Cengkareng.
  • Status Penanganan: Polisi telah mengantongi identitas pelaku, pengejaran diperluas hingga luar wilayah Jakarta.
Polisi pun tengah menyelidiki kemungkinan motif personal di balik penyerangan ini, karena berdasarkan keterangan awal tidak ditemukan pencurian atau perampokan terhadap barang milik korban. Dugaan mengarah pada aksi balas dendam atau konflik antarkelompok yang masih digali lebih dalam.
“Kami menduga ini bukan perampokan karena ponsel dan dompet korban masih utuh. Ada indikasi motif pribadi antara korban dan pelaku, dan itu sedang kami dalami,”
tambah Ahmad Maulana. *** Memasuki hari ketiga pascaviralnya video, tim gabungan Polres Jakarta Barat dibantu anggota Resmob dan Intelkam telah menyebar foto-foto yang diduga pelaku ke seluruh pintu masuk di terminal dan stasiun. Pelabuhan Bakauheni dan Bandara Soekarno-Hatta pun turut diperketat untuk mencegah pelarian pelaku ke luar Pulau Jawa. Dukungan psikososial juga mulai diaktifkan bagi korban dan keluarganya oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres setempat. Masyarakat diimbau agar tidak termakan hoaks atau informasi tanpa verifikasi yang beredar di grup-grup pesan instan. Polisi berjanji akan merilis perkembangan kasus ini dalam konferensi pers secepatnya jika pelaku berhasil diamankan. [SOCIAL_FB]: “Rekaman CCTV dan video amatir yang merekam aksi sadis seorang pria membacok korban di Rawa Buaya kini viral. Polda Metro Jaya bergerak cepat, identitas pelaku sudah dikantongi. Korban masih dirawat intensif. Polisi imbau masyarakat tidak menyebarkan konten kekerasan mentah-mentah. Simak kronologi lengkap dan tanggapan polisi di berita Terdepan.id.”[SOCIAL_THREADS]: “Sejumlah platform saat ini dibanjiri rekaman pembacokan di Rawa Buaya. Polisi janji segera rilis info jika pelaku tertangkap. Kita doakan korban lekas pulih 🙏. Jangan normalisasi konten kekerasan, stop viralkan video tanpa sensor.”

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User