Prabowo Sambut Presiden Belarus dengan Upacara Kenegaraan
Jakarta - Di bawah langit biru cerah, Istana Merdeka menjadi saksi kemegahan upacara kenegaraan. Presiden Prabowo Subianto dengan penuh kehangatan menyambut kedatangan Presiden Republik Belarus, Alex
Jakarta - Di bawah langit biru cerah, Istana Merdeka menjadi saksi kemegahan upacara kenegaraan. Presiden Prabowo Subianto dengan penuh kehangatan menyambut kedatangan Presiden Republik Belarus, Alexander Lukashenko, pada kunjungan kenegaraan yang bersejarah. Upacara dimulai tepat pukul 10.00 WIB, diiringi dentuman meriam sebanyak 19 kali sebagai penghormatan tertinggi, sementara lagu kebangsaan kedua negara berkumandang dengan syahdu.
Pasukan berkuda dan barisan kehormatan dari TNI berdiri tegak memenuhi area upacara. Prabowo tampak berjabat tangan erat dengan Lukashenko, lalu keduanya berjalan menuju panggung utama. Pantauan Terdepan.id di lokasi, suasana khidmat begitu terasa saat bendera Belarus dan Merah Putih dikibarkan berdampingan, melambangkan semangat persahabatan yang semakin erat. Tidak seperti biasanya, Lukashenko mengenakan setelan jas berwarna gelap dengan dasi merah mencerminkan bendera negaranya, sementara Prabowo memilih setelan serba putih yang memberi kesan bersih dan bersahaja.
Pertemuan Bilateral Membahas Kerja Sama Strategis
Setelah upacara penyambutan, kedua pemimpin langsung menggelar pertemuan bilateral di Ruang Jepara, Istana Merdeka. Berdasarkan laporan Terdepan.id, pembicaraan tertutup itu membahas sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan perdagangan, kerja sama pertahanan, hingga transfer teknologi pertanian. Belarus dikenal unggul dalam industri alat berat dan mesin pertanian, sementara Indonesia mencari diversifikasi mitra di tengah dinamika global. "Kunjungan ini adalah tonggak baru hubungan Belarus-Indonesia," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri yang enggan disebut namanya kepada Terdepan.id.
“Saya sangat gembira bisa berada di sini. Indonesia adalah sahabat yang berharga, dan kami yakin potensi kerja sama kita masih sangat besar,” kata Lukashenko dalam pernyataan singkat yang disiarkan virtual oleh Biro Pers Istana.
Prabowo pun menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas jalinan diplomatik tanpa memandang perbedaan ideologi. Kunjungan ini merupakan balasan atas undangan yang telah lama disampaikan, dan menjadi kunjungan pertama Lukashenko ke Indonesia sejak kedua negara membuka hubungan diplomatik pada 1993. Selain pertemuan bilateral, direncanakan pula penandatanganan nota kesepahaman di bidang pendidikan dan industri pertahanan. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi Prabowo, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Acara kemudian dilanjutkan dengan jamuan santap siang kenegaraan di Istana Bogor.
Comments (0)