Polemik Prosesi Adat Jokowi di Lampung: PDIP Singgung Kepala Banteng, PSI Balas dengan Sindiran Halusinasi

Lampung – Kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Lampung pada akhir pekan lalu terus memantik diskusi di tengah masyarakat, terutama di kalangan elite politik. Berdasarkan pant

Jul 06, 2026 - 13:23
0 0
Polemik Prosesi Adat Jokowi di Lampung: PDIP Singgung Kepala Banteng, PSI Balas dengan Sindiran Halusinasi

Lampung – Kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Lampung pada akhir pekan lalu terus memantik diskusi di tengah masyarakat, terutama di kalangan elite politik. Berdasarkan pantauan Terdepan.id, momen yang paling menyita perhatian publik adalah saat Jokowi menjalani prosesi pemberian gelar adat muakhi oleh masyarakat adat Lampung. Dalam salah satu tahapan upacara tersebut, Jokowi terlihat berjalan di atas karpet merah dan menginjak sebuah properti berbentuk kepala kerbau yang sengaja diletakkan di tengah jalur prosesi.

Video dan foto momen itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memunculkan beragam tafsir. Sebagian pihak menilai hal tersebut merupakan bagian sah dari tradisi adat setempat, namun sebagian lain melihatnya sebagai gestur simbolis yang dapat dimaknai secara politik.

PDIP Pertanyakan Motif di Balik Prosesi

Adalah Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, yang secara terbuka melontarkan komentar kritis terhadap prosesi tersebut. Melalui akun media sosialnya, Guntur – yang kerap disapa Gunrom – mempertanyakan apakah tindakan Jokowi menginjak kepala kerbau itu merupakan bagian dari prosesi adat, ekspresi kesombongan pribadi, atau justru simbolisasi perendahan politik. Ia bahkan menyelipkan dugaan bernada satir yang langsung memanaskan suasana.

“Saya kira para pendukung beliau sedang berhalusinasi bahwa yang diinjak itu adalah kepala banteng,” tulis Guntur Romli dalam unggahannya, merujuk pada lambang partai berlambang banteng yang dipimpin Megawati Soekarnoputri, dikutip Terdepan.id, Selasa (18/3).

Pernyataan tersebut sontak menuai reaksi dari berbagai kalangan, terutama dari kubu pendukung Jokowi yang selama ini diidentifikasi dekat dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu partai yang paling vokal mendukung Jokowi pasca ia tidak lagi sejalan dengan PDIP.

PSI Balas: Itu Kepala Kerbau, Bukan Banteng

Menanggapi sindiran Guntur Romli, sejumlah elite dan kader PSI ikut angkat bicara. Salah satu politikus PSI yang enggan disebutkan namanya menyayangkan narasi yang dianggap memelintir tradisi adat menjadi kontestasi politik identitas partai. Menurutnya, prosesi adat muakhi yang dijalani Jokowi adalah bentuk penghormatan yang sudah melalui serangkaian musyawarah adat, bukan panggung untuk mengekspresikan kebencian politik.

“Kalau ada yang mengaitkan kepala kerbau dalam prosesi adat dengan lambang partai, justru mereka yang sedang berhalusinasi politik. Itu kepala kerbau, bukan banteng. Jangan semua hal dibawa ke ranah permusuhan politik,” ujar politikus PSI tersebut kepada Terdepan.id.

Respons dari PSI ini mempertegas jurang komunikasi antara partai berlambang mawar tersebut dan PDIP. Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan kedua partai memang kian meruncing seiring dengan sikap politik Jokowi yang dianggap menjauh dari PDIP. PSI, yang sebelumnya menjadi sekutu strategis Jokowi di periode akhir pemerintahannya, kini dinilai sebagai “kendaraan politik” baru bagi pendukung mantan presiden tersebut.

Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa setiap gerak-gerik Jokowi di luar Istana tak lagi sekadar langkah purnatugas seorang presiden, tetapi juga sinyal politik yang dibaca secara tajam oleh lawan maupun mantan sekutunya. Dengan Pilpres 2029 yang masih jauh, suhu politik di antara partai-partai pendukung dan penentang Jokowi justru sudah mulai terasa memanas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User