Perang Dingin Jelang Perempat Final: PM Inggris dan Norwegia Saling Lempar Psywar di Sela KTT NATO

Ketegangan menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia tidak hanya terasa di lapangan, tetapi juga merembet ke koridor politik tingkat tinggi. Kedua pemimpin negara, Pe

Jul 08, 2026 - 18:06
0 1
Perang Dingin Jelang Perempat Final: PM Inggris dan Norwegia Saling Lempar Psywar di Sela KTT NATO

Ketegangan menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia tidak hanya terasa di lapangan, tetapi juga merembet ke koridor politik tingkat tinggi. Kedua pemimpin negara, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store, terlibat dalam adu argumen ringan nan penuh gengsi di sela-sela pertemuan penting para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Momen menarik itu terjadi ketika PM Store dengan percaya diri mengenakan jersey kebanggaan tim nasional negaranya di arena sidang. Tidak hanya sekadar pamer kostum, Store secara terbuka menyampaikan keyakinannya bahwa pasukan Nordik mampu menjungkalkan sang favorit, Inggris. Aksi tersebut sontak menjadi pusat perhatian dan mengundang respons langsung dari PM Starmer yang kebetulan berada di lokasi yang sama untuk membahas isu-isu keamanan global.

"Kami siap untuk perempat final Piala Dunia! Inggris belajar untuk tenang ketika saya bertemu Perdana Menteri Starmer selama sidang kejuaraan NATO hari ini. Saya akan mendukung kemenangan Norwegia pada hari Sabtu!" tulis Store dalam unggahan media sosialnya yang langsung viral.

Pernyataan Store yang menyiratkan agar Inggris "belajar untuk tenang" jelas merupakan sindiran psikologis menjelang duel panas yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini. Pertandingan krusial tersebut akan digelar pada Sabtu malam waktu Amerika Serikat atau Minggu dini hari Waktu Indonesia Barat, dan diprediksi menjadi salah satu laga paling sengit di babak delapan besar.

Sementara itu, kubu Inggris melalui PM Starmer disebut-sebut tidak tinggal diam. Menurut laporan yang dihimpun media kami dari Ankara, Starmer membalas kepercayaan diri Store dengan senyuman diplomatis khas Inggris, tetapi menegaskan bahwa tim asuhan pelatih mereka tidak akan membiarkan ambisi Norwegia berjalan mulus. Interaksi ini menunjukkan bahwa rivalitas sepak bola telah menjadi diplomasi lunak yang mewarnai bahkan forum-forum politik paling serius sekalipun.

Laga ini sendiri sangat dinantikan mengingat performa impresif kedua negara sepanjang turnamen. Inggris datang dengan status sebagai salah satu unggulan, sementara Norwegia ingin membuktikan bahwa kesuksesan mereka di fase grup bukanlah sekadar kejutan sesaat. Dengan adanya "perang" kata-kata di tingkat perdana menteri, tensi pertandingan dipastikan semakin membara sebelum wasit meniup peluit kick-off. Tim redaksi Terdepan.id akan terus memantau perkembangan terbaru dari duel akbar ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User