Tinjau Jembatan Enang-Enang, Tito Minta Papan Informasi Dipasang
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, menegaskan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur terdampak bencana harus berjalan sei
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, menegaskan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur terdampak bencana harus berjalan seiring dengan prinsip transparansi. Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui secara langsung perkembangan setiap pekerjaan sekaligus ikut mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Penegasan tersebut disampaikan Tito saat meninjau Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa (7/7).
Menurut Tito, keterbukaan penggunaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah memulihkan infrastruktur terdampak bencana. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama instansi terkait segera memasang papan informasi pada setiap lokasi pekerjaan. Papan tersebut nantinya akan memuat detail penting, mulai dari jenis pekerjaan, besaran anggaran yang digunakan, progres pelaksanaan, hingga target penyelesaian. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui secara jelas tahapan pembangunan yang sedang berlangsung.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Satgas PRR untuk memastikan setiap proyek rehabilitasi berjalan akuntabel dan tepat sasaran. Jembatan Enang-Enang sendiri menjadi salah satu infrastruktur vital yang rusak akibat bencana alam yang melanda wilayah Sumatra beberapa waktu lalu. Kehadiran jembatan ini sangat penting untuk menghubungkan akses warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo dan sekitarnya, sehingga percepatan perbaikannya menjadi prioritas.
Dengan adanya papan informasi, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berperan aktif sebagai pengawas pembangunan. Transparansi seperti ini diharapkan mampu mencegah penyimpangan dan memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar yang ditetapkan. Tito juga menekankan bahwa pemasangan papan informasi harus dilakukan segera di seluruh titik proyek rehabilitasi, tidak hanya di Jembatan Enang-Enang.
Informasi mengenai progres pembangunan ini akan terus dipantau. Media kami akan menyampaikan perkembangan selanjutnya. Demikian laporan yang dihimpun Terdepan.id dari Aceh.
Comments (0)