Pengumuman! Rute Transjakarta 1N dan 10D Resmi Dihentikan Mulai 1 Juli
Jakarta – Layanan Transjakarta pada dua koridor non-BRT, yaitu rute 1N (Tanah Abang – Blok M) dan 10D (Tanjung Priok – Kampung Rambutan), akan resmi dihentikan mulai 1 Juli 2025. Keputusan ini
Jakarta – Layanan Transjakarta pada dua koridor non-BRT, yaitu rute 1N (Tanah Abang – Blok M) dan 10D (Tanjung Priok – Kampung Rambutan), akan resmi dihentikan mulai 1 Juli 2025. Keputusan ini diambil setelah evaluasi operasional yang menunjukkan adanya tumpang tindih trayek dengan rute-rute eksisting Transjakarta lainnya yang melintasi segmen jalan yang sama. Kedua rute tersebut hanya akan beroperasi hingga hari terakhir, yakni 30 Juni 2025, sebelum sepenuhnya dinonaktifkan dari jaringan layanan bus ibukota.
Alasan di Balik Penghentian Operasional
Berdasarkan informasi yang dihimpun Terdepan.id dari manajemen Transjakarta, penghentian dua rute ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi dan penajaman layanan. Tujuan utamanya adalah mengurangi redundansi trayek yang telah terlayani oleh rute lain, sehingga armada yang ada bisa dialokasikan ke koridor dengan tingkat permintaan penumpang yang lebih tinggi. Dengan menarik unit-unit bus dari rute 1N dan 10D, operator berharap bisa meningkatkan frekuensi dan headway pada rute-rute yang lebih padat, sekaligus menekan biaya operasional yang tidak perlu akibat tumpang tindih layanan.
Dampak dan Alternatif bagi Penumpang
Rute 1N yang menghubungkan Tanah Abang dan Blok M selama ini melayani penumpang di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Taman Jatibaru, hingga kawasan Blok M. Sementara itu, rute 10D merupakan penghubung utama antara Tanjung Priok di Jakarta Utara dan Kampung Rambutan di Jakarta Timur, melewati segmen yang juga dilalui oleh sejumlah trayek reguler. Dengan dihentikannya kedua rute ini, penumpang setia diimbau untuk beralih ke alternatif yang sudah tersedia. Pengguna dari arah Tanah Abang menuju Blok M dapat memanfaatkan rute 1H (Stasiun Tanah Abang – Blok M) atau mengkombinasikan perjalanan melalui koridor BRT yang melintas di kawasan Sudirman-Thamrin. Sedangkan untuk kebutuhan mobilitas dari Tanjung Priok ke Kampung Rambutan, penumpang dapat menggunakan layanan 10H (Tanjung Priok – Ps. Induk Kramat Jati) yang masih beroperasi dan dilanjutkan dengan rute pengumpan lainnya di sekitar Kampung Rambutan.
“Kami menyadari keputusan ini akan memengaruhi kebiasaan perjalanan sejumlah pelanggan. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan sosialisasi dan peta informasi di halte-halte terkait agar proses adaptasi berjalan lancar. Pengalihan armada ini murni untuk efisiensi dan peningkatan kualitas layanan secara keseluruhan,” ujar salah satu pejabat operasional Transjakarta saat dimintai konfirmasi oleh Terdepan.id.
Efektivitas Armada untuk Masa Depan
Penghapusan rute yang tumpang tindih bukanlah hal baru dalam pengelolaan transportasi publik Jakarta. Langkah serupa pernah dilakukan pada beberapa trayek lain yang dianggap sudah jenuh atau kurang produktif. Dengan memindahkan bus ke koridor-koridor prioritas, Transjakarta berupaya mendongkrak okupansi dan ketepatan waktu, sekaligus mendukung program integrasi antarmoda yang sedang digenjot. Diharapkan, penyesuaian ini akan membawa dampak positif pada pengalaman perjalanan pengguna, sekaligus menciptakan jaringan bus kota yang lebih ramping dan responsif terhadap kebutuhan warga. Pelanggan diharapkan terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi Transjakarta untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut.
Comments (0)