OJK Klaim Modal Lembaga Keuangan Masih Solid, Siap Dukung Program Pemerintah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa seluruh lembaga jasa keuangan di Tanah Air berada dalam kondisi fundamental yang kokoh dan siap menjadi motor penggerak program prioritas pemerintah, ter
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa seluruh lembaga jasa keuangan di Tanah Air berada dalam kondisi fundamental yang kokoh dan siap menjadi motor penggerak program prioritas pemerintah, termasuk ambisi besar pembangunan tiga juta hunian bagi masyarakat. Struktur permodalan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dinilai tetap solid dengan profil risiko yang terkendali, meskipun tekanan ekonomi dan geopolitik global masih membayangi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, di sela acara penyempurnaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat. Ia memaparkan bahwa fungsi intermediasi sektor keuangan nasional tetap terjaga optimal di tengah berbagai ketidakpastian yang melanda perekonomian dunia. Keyakinan ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus mendorong berbagai agenda strategis, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pembangunan infrastruktur perumahan rakyat.
“Di tengah dinamika tersebut, sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga dengan permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terkendali. Kondisi ini memberikan ruang bagi sektor jasa keuangan untuk terus menjalankan fungsi intermediasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di dalamnya percepatan program tiga juta rumah dan pengembangan UMKM,”
Optimisme OJK ini sejalan dengan data terkini yang menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal perbankan maupun lembaga keuangan nonbank masih berada jauh di atas ambang batas ketentuan regulator. Likuiditas yang melimpah juga memberikan fleksibilitas lebih bagi industri keuangan dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan, baik ke sektor produktif maupun konsumtif, tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian. Friderica menekankan bahwa momentum positif ini harus dimanfaatkan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, regulator, dan pelaku industri—untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Program tiga juta rumah, yang menjadi salah satu janji kampanye dan prioritas nasional, membutuhkan sinergi kuat antara perbankan, perusahaan pembiayaan, dan pasar modal. OJK memastikan akan terus mendorong inovasi produk keuangan yang responsif terhadap kebutuhan sektor perumahan, termasuk skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, pengembangan UMKM juga menjadi perhatian serius mengingat perannya sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Dengan fundamental industri jasa keuangan yang kokoh, OJK optimistis target-target besar pemerintah dapat tercapai tanpa menimbulkan gejolak sistemik. Pengawasan terintegrasi dan kebijakan makroprudensial yang adaptif akan terus diterapkan demi menjaga stabilitas sektor keuangan secara menyeluruh.
Demikian laporan Terdepan.id dari Jakarta.
Comments (0)