Nusantara, Terdepan.id — Kunjungan mendadak Kepala Divisi Dukungan Konstruksi Luar Negeri Kementerian
Choi tiba di Bandara VVIP IKN pagi hari dan langsung menuju kawasan inti pemerintahan. Didampingi Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Jae‑sung,
Choi tiba di Bandara VVIP IKN pagi hari dan langsung menuju kawasan inti pemerintahan. Didampingi Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Jae‑sung, dan pejabat Otorita IKN, ia menyaksikan dari dekat pembangunan Istana Negara dan kompleks perkantoran yang sudah mencapai tahap finishing. Yang menjadi sorotan bukan hanya ketertarikannya pada desain arsitektur, melainkan tawaran konkret yang ia sampaikan seusai peninjauan.
Dari Skeptis Menjadi Optimis: Pernyataan yang Mengejutkan
Dalam konferensi pers singkat di Galeri Informasi IKN, Choi Jung‑won mengakui bahwa enam bulan lalu ia termasuk yang meragukan ambisi Indonesia memindahkan ibu kota. “Saya membaca banyak laporan yang mempertanyakan kelayakan lingkungan dan pendanaan. Sejujurnya, saya ikut skeptis,” katanya. Namun realitas di lapangan mengubah pandangannya.
“Saya kagum dengan kecepatan pembangunan di IKN. Infrastruktur hijau, sistem pengelolaan limbah, dan rencana mobilitas listrik yang sudah terlihat di tahap awal ini bahkan melampaui beberapa proyek serupa yang kami kerjakan di negara maju. Beberapa bulan lalu saya skeptis, tetapi sekarang saya yakin IKN bisa menjadi benchmark ibu kota berkelanjutan di Asia, bahkan dunia,” ujar Choi di hadapan awak media.
Respons itu langsung memantik diskusi di kalangan diplomat dan investor asing yang selama ini mencermati proyek warisan Presiden Joko Widodo secara lebih hati‑hati. Pasalnya, Korea Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu negara paling selektif dalam memberikan pujian teknis, terlebih dari pejabat setingkat kepala divisi di MOLIT yang membawahi konstruksi luar negeri.
Tawaran Teknologi dan Kemitraan Riil
Choi tidak berhenti pada kata‑kata. Ia menyebut secara spesifik keinginan Korsel untuk terlibat dalam pengembangan smart city IKN dengan membawa tiga pilar teknologi: Internet of Things (IoT) untuk manajemen utilitas kota, sistem kecerdasan buatan untuk pengendalian lalu lintas otonom, serta platform data iklim dan bencana berbasis AI yang sudah diuji di kota Sejong dan Songdo.
“Kami melihat IKN sebagai living lab yang sempurna bagi solusi kota masa depan. Jika pemerintah Indonesia setuju, kami siap melakukan transfer pengetahuan dan studi kelayakan bersama paling lambat kuartal pertama 2027,” imbuh Choi. Ia juga mengisyaratkan bahwa sejumlah konglomerat konstruksi Korea seperti Hyundai Engineering & Construction dan Samsung C&T telah menjajaki potensi investasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Indonesia Sambut, Proyek Masuk Fase Baru
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang menerima laporan langsung dari Otorita IKN menyambut positif pernyataan tersebut. “Ini validasi bahwa standar teknis yang kami terapkan sudah sejajar dengan praktik terbaik global. Kepercayaan Korsel akan mempercepat masuknya investasi dan teknologi yang selama ini kami harapkan,” ujar sumber di kementerian yang enggan disebutkan namanya.
Beberapa poin penting yang akan segera ditindaklanjuti meliputi:
- Penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara Otorita IKN dan MOLIT pada September 2026.
- Uji coba transportasi listrik otonom di kawasan pusat pemerintahan menggunakan prototipe dari Hyundai Rotem.
- Pembangunan smart water grid yang memanfaatkan sensor IoT untuk deteksi kebocoran dan kualitas air secara real‑time.
- Program pertukaran insinyur muda Indonesia‑Korea dalam bidang konstruksi modular dan bangunan hijau.
Kunjungan ini sekaligus menepis narasi bahwa IKN kehilangan momentum pasca‑pergantian kepemimpinan nasional. Justru, fokus pada penyelesaian tahap pertama dengan pendekatan investasi selektif dan kemitraan teknologi dinilai lebih realistis daripada memburu kuantitas investor.
Diplomasi Infrastruktur yang Menguntungkan
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Rini Andriani, melihat kunjungan Choi sebagai bagian dari strategi Korsel memperluas pengaruh teknologi konstruksi di Asia Tenggara. “Songdo sering disebut sebagai proyek kota pintar yang setengah berhasil. Korsel butuh proyek mercusuar baru, dan IKN yang masih dalam tahap tumbuh menawarkan kanvas lebih bersih tanpa beban warisan kota lama. Ini win‑win solution jika dikelola transparan,” jelasnya.
Dengan dukungan teknis yang sudah teruji dan model pendanaan bersama yang potensial, pernyataan “tak terduga” Choi Jung‑won bisa menjadi katalisator yang selama ini dinanti untuk membawa IKN ke panggung kota pintar dunia.
FAQ Esensial
1. Mengapa kunjungan Choi Jung‑won dianggap penting?
Karena ia adalah pejabat senior MOLIT, kementerian yang mengatur kebijakan konstruksi luar negeri Korea Selatan. Pujiannya menjadi sinyal kuat bahwa sektor konstruksi Korsel serius menjajaki investasi di IKN, bukan sekadar kunjungan seremonial.
2. Apa respons tak terduga yang dimaksud?
Choi mengakui sebelumnya skeptis terhadap proyek IKN, tetapi setelah melihat sendiri ia menyebut IKN bisa menjadi benchmark ibu kota berkelanjutan. Ini di luar dugaan karena jarang pejabat Korsel seterang itu memuji proyek di negara berkembang.
3. Bagaimana dampaknya bagi IKN ke depan?
Pernyataan ini membuka peluang konkret kerja sama teknologi kota pintar, mulai dari IoT hingga AI, serta memperkuat kepercayaan investor lain. Langkah selanjutnya adalah penandatanganan MoU dan uji coba teknologi mulai 2027.
[TAGS]: IKN, Korea Selatan, Choi Jung‑won, MOLIT, investasi infrastruktur
[SOCIAL_TWEET]: 🚀 Mengejutkan! Kepala Divisi MOLIT Korsel, Choi Jung-won, puji IKN sebagai benchmark ibu kota berkelanjutan Asia. Semula skeptis, kini tawarkan teknologi smart city. Kolaborasi Indonesia-Korea memasuki babak baru. #IKN #Nusantara #SmartCity
[SOCIAL_FB]: Dari skeptis menjadi optimis. Kunjungan mendadak Kepala Divisi Konstruksi Luar Negeri Korsel, Choi Jung-won, ke Ibu Kota Nusantara membuahkan pernyataan mengejutkan: IKN dinilai siap menjadi tolok ukur ibu kota hijau kelas dunia. Korea Selatan siap transfer teknologi smart city—mulai dari IoT, AI, hingga kendaraan listrik otonom. Simak tawaran konkret dan rencana kerja sama yang akan dimulai tahun depan. Akankah IKN benar‑benar menjadi living lab kota masa depan? Baca selengkapnya di Terdepan.id.
[SOCIAL_TG]: 🇰🇷🇮🇩 Respons tak terduga dari pejabat MOLIT Korsel: Choi Jung-won akui dulu skeptis, kini menyebut IKN sebagai benchmark ibu kota berkelanjutan Asia. Tawarkan kemitraan smart city: IoT, AI, smart grid. MoU ditargetkan September 2026. Selengkapnya: [link]
[SOCIAL_THREADS]: 🧵 Korsel beri sinyal serius ke IKN. Kepala Divisi MOLIT, Choi Jung-won, kunjungi Nusantara dan beri pujian mengejutkan. Semula skeptis, kini ia sebut IKN sebagai benchmark ibu kota berkelanjutan di Asia. Padahal, biasanya pejabat Korsel sangat selektif. (1/4)
Ia menyatakan kekaguman pada infrastruktur hijau dan rencana mobilitas listrik. “Melampaui beberapa proyek serupa di negara maju,” katanya. (2/4)
Tawaran konkret: transfer teknologi smart city—dari IoT manajemen utilitas hingga AI pengendali lalu lintas otonom. Hyundai dan Samsung C&T dikabarkan ikut menjajaki investasi. (3/4)
Langkah selanjutnya: MoU September 2026, uji coba transportasi listrik, dan program pertukaran insinyur. Akankah IKN jadi living lab kota masa depan? (4/4)
Comments (0)