Bahlil Lahadalia Kenang Rachmat Gobel sebagai Sosok Pelindung Junior

Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Rachmat Gobel pada Kamis (10/7/2026). Sejumlah tokoh nasional tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhi

Jul 12, 2026 - 10:26
0 0

Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Rachmat Gobel pada Kamis (10/7/2026). Sejumlah tokoh nasional tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pendiri Gobel Group yang tutup usia setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama beberapa bulan terakhir. Salah satu pelayat yang menarik perhatian adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang tiba di kediaman duka dengan raut wajah sedih yang tak dapat disembunyikan.

Kedatangan Bahlil dan Kenangan Mendalam

Bahlil Lahadalia tiba di kediaman Rachmat Gobel sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan setelan jas hitam. Ia tampak berjalan perlahan menuju rumah duka, disambut oleh pihak keluarga yang sejak pagi telah menerima para pelayat. Setelah menyampaikan belasungkawa, Bahlil menyempatkan diri untuk berbincang dengan keluarga almarhum dan mengenang sosok yang telah menjadi mentornya di dunia usaha.

Kepada awak media, Bahlil menceritakan bagaimana Rachmat Gobel adalah figur yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidupnya. "Almarhum adalah sosok pekerja keras yang tak kenal lelah. Saya banyak belajar dari beliau tentang bagaimana membangun bisnis dari nol hingga menjadi konglomerasi nasional yang disegani," ujar Bahlil dengan nada bergetar menahan haru.

"Yang paling saya ingat, almarhum selalu melindungi para juniornya. Beliau tidak pernah sungkan turun tangan membantu pengusaha muda yang sedang merintis karier. Bagi kami, beliau bukan sekadar senior, melainkan orang tua di dunia usaha," kenang Bahlil saat ditanya wartawan.

Jejak Karier Rachmat Gobel: Dari Bengkel Kecil ke Raksasa Elektronik

Rachmat Gobel bukanlah nama asing di industri Indonesia. Lahir di Gorontalo pada 10 November 1954, ia adalah putra dari pasangan Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Gobel. Sang ayah, Thayeb Gobel, adalah pendiri PT Gobel Dharma Nusantara, yang kelak menjadi cikal bakal Gobel Group. Rachmat mewarisi semangat kewirausahaan ayahnya dan mulai terlibat dalam bisnis keluarga sejak usia muda.

Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group bertransformasi menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia dengan lini bisnis yang mencakup elektronik, manufaktur, logistik, ritel, hingga agribisnis. Kemitraan strategis dengan Panasonic Corporation—yang dimulai sejak era 1970-an—menjadi tonggak penting yang mengukuhkan posisi Gobel Group di industri elektronik nasional.

Selain berbisnis, Rachmat Gobel juga terjun ke dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada periode 2014-2016 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kiprahnya sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2014-2019 juga meninggalkan jejak signifikan dalam menjembatani kepentingan pengusaha dengan pemerintah.

Sisi Lain Rachmat Gobel: Pelindung dan Mentor Sejati

Bahlil Lahadalia bukan satu-satunya yang merasakan langsung peran Rachmat Gobel sebagai mentor. Banyak pengusaha muda yang mengakui bahwa almarhum kerap membuka jaringan, memberikan nasihat bisnis, bahkan membantu permodalan bagi para juniornya yang baru merintis usaha.

"Kalau ada junior yang sedang kesulitan, beliau selalu bilang, 'datang saja ke kantor, kita cari jalan keluarnya bersama.' Itu bukan basa-basi. Beliau benar-benar meluangkan waktu dan pikirannya. Jarang ada senior yang mau repot-repot seperti itu," kenang salah seorang pengusaha muda yang enggan disebut namanya saat ditemui di lokasi yang sama.

Kedekatan Bahlil dengan Rachmat Gobel sendiri sudah terjalin sejak Bahlil masih aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Saat itu, Rachmat sudah menjadi figur senior yang dihormati di kalangan pengusaha nasional. Bahlil yang menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI periode 2015-2019 kerap berkonsultasi dengan almarhum terkait isu-isu kebijakan ekonomi dan tantangan wirausaha muda.

Reaksi Publik dan Pesan Terakhir Almarhum

Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak. Sejumlah tokoh politik, pengusaha, dan pejabat negara menyampaikan belasungkawa melalui berbagai saluran. Presiden Republik Indonesia menyampaikan duka cita melalui akun media sosial resmi, menyebut almarhum sebagai "putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan industri nasional."

Keluarga almarhum mengungkapkan bahwa Rachmat Gobel sempat berpesan kepada anak-anaknya untuk terus melanjutkan perjuangan membesarkan Gobel Group dan menjaga amanah sebagai pengusaha yang berkontribusi bagi bangsa. "Pesan beliau sederhana: kerja keras, jujur, dan selalu ingat untuk membantu sesama," ujar salah satu putra almarhum saat menyampaikan sambutan di hadapan para pelayat.

Warisan yang Akan Terus Hidup

Bagi Bahlil Lahadalia, warisan terbesar Rachmat Gobel bukanlah gedung-gedung perusahaan atau angka-angka di laporan keuangan. Melainkan semangat, etos kerja, dan jiwa kepemimpinan yang selalu memprioritaskan kesejahteraan orang-orang di sekitarnya.

"Saya kira inilah yang harus kita teruskan. Semangat beliau untuk terus membangun, melindungi yang lebih muda, dan tidak pernah lupa dari mana kita berasal. Selamat jalan, Pak Rachmat. Jasamu akan selalu dikenang," pungkas Bahlil sebelum meninggalkan rumah duka.

Jenazah almarhum Rachmat Gobel dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, dengan upacara penghormatan militer. Ribuan pelayat mengantarkan kepergiannya dalam suasana haru. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, seorang industrialis visioner yang telah membuktikan bahwa kerja keras dan integritas adalah fondasi kokoh bagi keberhasilan sejati.

[SOCIAL_TWEET]: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kenang almarhum Rachmat Gobel sebagai sosok pekerja keras yang selalu melindungi juniornya. “Bagi kami, beliau bukan sekadar senior, melainkan orang tua di dunia usaha.” Selamat jalan, Pak Rachmat. #RachmatGobel #BahlilLahadalia #PengusahaIndonesia[SOCIAL_TG]: 🕊️ Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum Rachmat Gobel. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenang mentor yang selalu melindungi juniornya di dunia usaha. "Kerja keras, jujur, dan bantu sesama" — pesan terakhir yang akan selalu dikenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User