BNI Dorong Transaksi UMKM Batik di Puspa Nuswantara 2026
JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) s
JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelestarian warisan budaya Indonesia melalui partisipasi di Puspa Nuswantara 2026, pameran dan pagelaran batik Nusantara terbesar yang digelar di Jakarta Convention Center pada 10–13 Juli 2026. Dalam ajang tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian bersama asosiasi perbatikan nasional ini, BNI tidak sekadar menjadi sponsor, melainkan menghadirkan serangkaian promo transaksi digital yang dirancang untuk memacu penjualan produk batik dan mendorong adopsi keuangan digital di kalangan UMKM.
Direktur Consumer & Digital Banking BNI, Rina Setiawati, dalam sambutannya pada pembukaan acara menegaskan bahwa Puspa Nuswantara menjadi panggung strategis untuk mempertemukan inovasi perbankan dengan semangat para perajin batik.
"Kami ingin agar keindahan batik Indonesia tidak hanya dinikmati sebagai karya seni, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. Melalui promo ini, kami berharap transaksi di gerai UMKM batik meningkat signifikan, sekaligus mengajak lebih banyak pelaku usaha beralih ke pembayaran digital yang lebih aman dan efisien,"
ujar Rina.
Promo yang disiapkan BNI terbilang agresif. Untuk setiap transaksi menggunakan BNI Mobile Banking, Kartu Debit BNI, dan Kartu Kredit BNI di seluruh stan peserta pameran, pengunjung berhak mendapatkan cashback langsung hingga 20 persen dengan maksimal potongan Rp150.000 per transaksi. Tidak hanya itu, BNI juga menawarkan fasilitas cicilan 0 persen hingga enam bulan untuk pembelian produk batik dengan nilai minimal Rp500.000. Program ini berlaku bagi seluruh metode pembayaran BNI, termasuk QRIS BNI yang kini telah terintegrasi dengan beragam dompet digital.
Selain promo konsumen, BNI secara khusus memberikan insentif bagi UMKM yang menjadi peserta pameran. Setiap pelaku usaha yang membuka rekening bisnis baru di lokasi acara dan mendaftarkan diri sebagai merchant QRIS BNI akan mendapatkan bebas biaya transaksi (MDR) selama tiga bulan pertama serta paket onboarding digital, termasuk akses ke platform BNI Smart Trade untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk mempercepat digitalisasi 30 juta UMKM pada akhir 2026.
Dukungan Digitalisasi UMKM Batik
Kehadiran BNI di Puspa Nuswantara 2026 bukan hanya tentang promo sesaat. Bank pelat merah ini memanfaatkan momentum pameran untuk menjalankan serangkaian program pendampingan literasi digital bagi para perajin batik, mencakup:
- Pelatihan pembayaran digital: Workshop penggunaan QRIS, EDC, dan pencatatan keuangan digital.
- Akses permodalan: Konsultasi pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI dengan bunga rendah dan proses cepat.
- Pendaftaran katalog digital: Bantuan teknis agar produk batik dapat dipasarkan melalui marketplace binaan BNI.
"Kami ingin UMKM batik naik kelas. Tidak hanya pintar membatik, tetapi juga pintar mengelola bisnis secara modern dengan dukungan perbankan yang penuh," jelas Rina.
Antusiasme Pengunjung dan UMKM
Hingga hari kedua pameran, antusiasme pengunjung terlihat tinggi. Salah satu pelaku UMKM asal Pekalongan, Sari Wulandari, mengaku bahwa penggunaan QRIS BNI membuat proses transaksi di stan miliknya jauh lebih praktis. "Pembeli sekarang banyak yang tidak bawa uang tunai. Dengan QRIS, mereka tinggal scan, uang langsung masuk ke rekening saya. Apalagi sekarang ada bebas biaya transaksi, sangat membantu," tuturnya. Sementara itu, pengunjung asal Tangerang, Aditya, mengaku tertarik membeli dua lembar kain batik tulis karena adanya cashback. "Beli batik kualitas premium jadi lebih ringan. Saya pakai mobile banking BNI, langsung dapat cashback ke rekening," katanya.
Di samping transaksi ritel, BNI juga memfasilitasi pertemuan bisnis (business matching) antara perajin dengan calon pembeli korporat dan eksportir. Beberapa nota kesepahaman telah ditandatangani untuk pengadaan seragam batik karyawan dan suvenir perusahaan, yang diharapkan mampu meningkatkan omzet UMKM batik secara berkelanjutan.
Menuju Ekosistem Batik Berbasis Digital
Melalui keterlibatan di Puspa Nuswantara 2026, BNI menegaskan posisinya sebagai mitra strategis UMKM batik. Promo cashback dan cicilan 0 persen merupakan pintu masuk untuk memperkenalkan kemudahan transaksi digital, sementara pendampingan dan akses permodalan menjadi fondasi agar UMKM batik dapat tumbuh dan bersaing di era digital. Dengan langkah ini, BNI berharap kontribusi sektor batik terhadap perekonomian nasional, yang pada 2025 tercatat mencapai Rp28 triliun, akan terus bertambah. Pengunjung masih memiliki kesempatan menikmati seluruh promo hingga 13 Juli 2026.
Comments (0)