Musim Kemarau Ubah Pola Tanam Petani di Bantul

Bantul – Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Bantul pada pertengahan tahun ini memaksa petani untuk menyesuaikan pola tanam secara drastis. Para petani di sepanjang aliran Sungai Oyo kini

Jul 06, 2026 - 13:19
0 0
Musim Kemarau Ubah Pola Tanam Petani di Bantul

Bantul – Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Bantul pada pertengahan tahun ini memaksa petani untuk menyesuaikan pola tanam secara drastis. Para petani di sepanjang aliran Sungai Oyo kini memanfaatkan sumber air terbatas itu dengan menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi yang lebih tahan terhadap kekeringan, seperti cabai rawit, cabai keriting, dan bawang merah.

Berdasarkan laporan Terdepan.id dari lapangan, puluhan hektare lahan yang biasanya ditanami padi pada musim tanam kedua kini berubah menjadi hamparan tanaman hortikultura. Langkah ini diambil karena debit air sungai semakin menipis sehingga tidak mungkin menggenangi sawah untuk menanam padi.

Air Sungai Oyo Jadi Andalan

Sungai Oyo yang mengalir dari perbukitan Gunungkidul hingga ke dataran rendah Bantul menjadi sumber irigasi utama bagi ribuan petani di kawasan selatan Yogyakarta. Meski alirannya mengecil saat kemarau, air masih cukup untuk menyirami tanaman cabai dan bawang yang kebutuhan airnya lebih sedikit dibandingkan tanaman padi.

"Saya biasanya nanam padi, tapi sekarang mending tanam cabai. Airnya masih bisa disedot dari Oyo pakai pompa dan kita siram pakai selang. Kalau dipaksakan padi, pasti gagal panen," ujar Sukiman (52), petani di Desa Candran, Kecamatan Piyungan, saat ditemui Terdepan.id di sela-sela kegiatan menyiram tanaman cabainya.

Petani lain pun mengaku beralih menanam bawang merah karena usia panen yang relatif pendek, sekitar 60 hari, serta harga jual yang stabil. Pergeseran pola tanam ini turut memberi harapan pendapatan di tengah situasi sulit.

Dorong Diversifikasi Pangan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, yang dihubungi secara terpisah, mengungkapkan bahwa pihaknya justru mendorong diversifikasi tanaman pada musim kemarau untuk menjaga ketahanan pangan dan penghasilan petani. Menurutnya, menanam padi di luar musim justru berisiko tinggi karena ketersediaan air yang tidak menentu.

"Kami mengimbau petani agar tidak memaksakan diri menanam padi pada musim tanam ketiga. Program pompanisasi dan bantuan benih cabai serta bawang sudah disalurkan agar petani tetap produktif," terang pejabat yang enggan disebutkan namanya itu.

Dengan bantuan pompa air dan teknik irigasi tetes sederhana, petani bisa mengoptimalkan air Sungai Oyo meski dalam jumlah terbatas. Sejumlah kelompok tani bahkan mulai membangun embung-embung kecil di sekitar lahan untuk menampung air limpasan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim melalui pemilihan komoditas yang tepat menjadi kunci keberlangsungan pertanian di Bantul. Musim kemarau yang sebelumnya menjadi ancaman kini diubah menjadi peluang dengan strategi tanam yang cerdas. (Tim Terdepan.id)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User