Modal Rp 25 Ribu, Usaha Peyek Mpok Esty Makin Maju Berkat Rumah BUMN BRI

Jakarta - Sinar matahari sore mulai meredup saat Esty Harti Supriyatin (52) melangkah turun dari lantai dua Rumah BUMN BRI. Sejak siang, perempuan yang akrab disapa Mpok Esty ini mengikuti pelatihan

Jul 08, 2026 - 00:32
0 0
Modal Rp 25 Ribu, Usaha Peyek Mpok Esty Makin Maju Berkat Rumah BUMN BRI

Jakarta - Sinar matahari sore mulai meredup saat Esty Harti Supriyatin (52) melangkah turun dari lantai dua Rumah BUMN BRI. Sejak siang, perempuan yang akrab disapa Mpok Esty ini mengikuti pelatihan strategi konten visual yang diadakan oleh Rumah BUMN BRI di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat. Dengan senyum mengembang, ia menggenggam erat sebuah kemasan standing pouch berwarna biru langit. Desainnya kini tampak modern dan menarik, sangat berbeda dari kemasan sederhana yang dulu ia gunakan.

Produk camilan yang ia banggakan itu adalah peyek, usaha yang ia rintis dari nol dengan modal hanya Rp 25 ribu. Kini, berkat pendampingan dari Rumah BUMN BRI, usaha kecilnya terus berkembang dan semakin dikenal. Mpok Esty bahkan tengah mengupayakan agar produknya bisa dipajang di rak galeri Rumah BUMN BRI, sebuah pencapaian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Memulai dari Nol dengan Keterbatasan

Kepada Terdepan.id, Mpok Esty menceritakan perjalanan panjangnya membangun usaha ini. Semua bermula dari kebutuhan untuk membantu perekonomian keluarga. Dengan modal pas-pasan, ia memberanikan diri memproduksi peyek rumahan. "Waktu itu modalnya cuma Rp 25 ribu. Saya beli bahan seadanya, bikin sendiri, terus dititipkan ke warung-warung," kenangnya. Awalnya tak mudah. Kemasan produk yang masih sangat sederhana, bahkan sekadar plastik biasa, membuat peyeknya kurang dilirik pembeli.

Keterbatasan pengetahuan tentang pemasaran dan pengemasan produk menjadi tantangan tersendiri. Mpok Esty mengaku kerap merasa putus asa karena hasil penjualan yang tak menentu. Hingga akhirnya ia mendengar informasi tentang Rumah BUMN BRI yang memberikan pelatihan gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Transformasi Berkat Pendampingan Rumah BUMN BRI

Bergabung dengan Rumah BUMN BRI menjadi titik balik bagi usaha Mpok Esty. Di sana, ia tak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga pendampingan intensif. Salah satu perubahan paling signifikan adalah pada kemasan produknya. Dari kemasan plastik biasa, kini peyek Mpok Esty hadir dalam standing pouch berwarna biru langit yang eye-catching, dilengkapi informasi produk yang lengkap dan desain profesional.

"Saya belajar banyak hal: cara mengemas produk yang menarik, strategi pemasaran digital, sampai mengelola keuangan usaha. Semua ilmunya saya dapat gratis," ujarnya penuh syukur. Pelatihan konten visual yang baru saja ia ikuti juga membekalinya kemampuan untuk mempromosikan produk secara online dengan foto dan video yang lebih menarik, sehingga jangkauan pasarnya semakin luas.

Program Rumah BUMN BRI memang dirancang untuk memberdayakan UMKM Indonesia melalui tiga pilar utama: pelatihan, pendampingan, dan pemasaran. Para pelaku UMKM seperti Mpok Esty dibimbing agar naik kelas, mampu bersaing di pasar yang lebih luas, dan pada akhirnya berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal. Kini, usaha peyek Mpok Esty tidak hanya bertahan, tetapi terus tumbuh dengan pesanan yang semakin meningkat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User