Kapal Singapura Tertembak saat Melintas di Selat Hormuz

Insiden keamanan maritim kembali mengguncang kawasan Timur Tengah. Sebuah kapal niaga berbendera Singapura dilaporkan menjadi sasaran serangan saat melintasi Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026) waktu

Jul 08, 2026 - 00:33
0 0
Kapal Singapura Tertembak saat Melintas di Selat Hormuz

Insiden keamanan maritim kembali mengguncang kawasan Timur Tengah. Sebuah kapal niaga berbendera Singapura dilaporkan menjadi sasaran serangan saat melintasi Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan tinggi yang memaksa berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan di jalur perairan strategis yang menjadi pintu gerbang utama pengiriman energi global tersebut. Akibat peristiwa ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terpaksa menangguhkan sementara seluruh upaya evakuasi kapal-kapal sipil yang sebelumnya terjebak di perairan sekitar akibat eskalasi perang yang berkecamuk di Timur Tengah.

Laporan Pertama dan Detail Serangan

Informasi awal mengenai penyerangan ini diterima oleh United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), badan pemantau lalu lintas laut yang berafiliasi dengan angkatan laut Inggris. Berdasarkan keterangan dari awak kapal yang selamat, kapal tersebut terkena hantaman proyektil di bagian lambung kanan. Posisi serangan terekam sekitar 14 kilometer atau 7,5 mil laut di sebelah tenggara pelabuhan Dahit, yang terletak di wilayah pesisir Oman. Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerusakan pada struktur kapal membuatnya tidak dapat melanjutkan pelayaran secara normal. Sejumlah sumber keamanan maritim yang mengetahui penyelidikan ini menduga kuat bahwa kapal menjadi sasaran serangan drone (pesawat nirawak), meskipun hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut.

Respons dan Langkah Keamanan

Tim keamanan kapal dan pasukan patroli maritim dari negara-negara tetangga segera dikerahkan ke lokasi untuk memberikan bantuan teknis dan medis. UKMTO mengeluarkan peringatan darurat kepada seluruh kapal yang berlayar di sekitar Selat Hormuz agar meningkatkan pengawasan dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Akibat penangguhan misi evakuasi oleh PBB, puluhan kapal komersial yang sebelumnya ditampung di zona aman siap evakuasi kini harus kembali bersiaga di perairan yang semakin tidak menentu. Para analis memperkirakan bahwa serangan terhadap kapal berbendera negara netral seperti Singapura ini dapat memperburuk persepsi risiko bagi perusahaan pelayaran internasional, yang selama ini mengandalkan Selat Hormuz sebagai rute utama pengangkutan minyak mentah dan gas alam cair.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Singapura melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan sedang melakukan koordinasi intensif dengan otoritas maritim regional dan perwakilan PBB untuk memastikan keselamatan para awak kapal. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan guna memastikan jenis proyektil yang digunakan, asal drone, dan kemungkinan adanya keterlibatan kelompok bersenjata di sekitar perairan tersebut.

Tim peliput Terdepan.id terus memantau perkembangan di lapangan dan akan memberikan informasi terbaru seputar insiden ini serta dampaknya terhadap stabilitas pelayaran dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User