Menkop Ferry Juliantono Umumkan Pelatihan 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Rampung Agustus

JAKARTA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan bahwa program pelatihan bagi 30 ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (K

Jul 09, 2026 - 12:49
0 0
Menkop Ferry Juliantono Umumkan Pelatihan 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Rampung Agustus

JAKARTA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan bahwa program pelatihan bagi 30 ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan tuntas pada awal Agustus 2026. Mereka disiapkan untuk menjadi motor penggerak koperasi di setiap desa dan kelurahan yang menjadi target program nasional tersebut.

Pelatihan berskala besar ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah untuk menghidupkan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia. Setelah pelatihan rampung, para manajer akan langsung diterjunkan ke unit-unit KDKMP yang sudah dibentuk di daerah masing-masing. Ferry menegaskan, pemerintah menargetkan setiap desa memiliki koperasi yang dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

Latar dan Tujuan Koperasi Desa Merah Putih

KDKMP dirancang untuk menjawab tiga persoalan utama di desa: minimnya akses terhadap sembako murah, rendahnya literasi keuangan warga, dan keterbatasan lapangan kerja. Koperasi ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, mulai dari simpan pinjam, distribusi barang kebutuhan pokok, hingga penyerapan hasil tani dan produk UMKM lokal. Pemerintah menyediakan dukungan modal, infrastruktur, dan sistem digitalisasi agar koperasi dapat beroperasi layaknya ritel modern namun tetap berbadan hukum koperasi.

Ferry Juliantono dalam beberapa kesempatan menyebut bahwa filosofi Koperasi Merah Putih adalah "dari desa untuk desa", sehingga seluruh pengurus dan manajer koperasi harus berasal dari putra-putri daerah setempat. Pelatihan calon manajer pun didesain sedemikian rupa agar peserta tidak hanya menguasai teknis operasional koperasi, tetapi juga memahami konteks sosial budaya desanya.

Materi Pelatihan dan Skala Nasional

Program ini diikuti oleh 30 ribu orang yang diseleksi dari ribuan desa target. Materi pelatihan mencakup:

  • Manajemen keuangan koperasi dan akuntansi dasar
  • Tata kelola koperasi modern sesuai regulasi terbaru
  • Pelayanan anggota dan strategi pemasaran produk lokal
  • Penerapan teknologi digital untuk pencatatan transaksi dan inventaris

Kementerian menggandeng sejumlah lembaga pelatihan, perguruan tinggi, dan praktisi koperasi sebagai instruktur. Proses pelatihan dilakukan secara hibrida—daring untuk teori dan tatap muka untuk simulasi praktik—agar efisien namun tidak mengurangi kualitas.

Ferry optimistis bahwa dengan rampungnya pelatihan pada awal Agustus, koperasi-koperasi desa dapat segera beroperasi penuh sebelum akhir tahun 2026, sehingga dampak ekonominya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu dekat.

“Pelatihan 30 ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan rampung pada awal Agustus 2026. Mereka akan menjadi ujung tombak ekonomi desa, memastikan koperasi berjalan profesional dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.”

Target dan Harapan Ekonomi

Dengan hadirnya koperasi di 30 ribu desa dan kelurahan, pemerintah memproyeksikan akan tercipta ratusan ribu lapangan kerja baru secara langsung dan tidak langsung. KDKMP juga akan berfungsi sebagai penyangga rantai pasok pangan di tingkat lokal, menekan disparitas harga antara kota dan desa, serta mendorong pertumbuhan wirausaha baru dari kalangan pemuda dan ibu rumah tangga.

“Koperasi harus jadi rumah ekonomi rakyat yang modern, inklusif, dan berdaya saing. Itu hanya bisa terjadi kalau pengelolanya terlatih dan punya visi yang sama,” ujar Ferry. Ia menambahkan, evaluasi berkala akan dilakukan pasca penempatan untuk memastikan para manajer mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat serta beradaptasi dengan tantangan di lapangan.

Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan swasta untuk memperkuat ekosistem KDKMP, termasuk penyediaan aplikasi terintegrasi yang memudahkan pengelolaan inventori, keuangan, dan layanan anggota secara real-time. Digitalisasi ini diyakini menjadi kunci transparansi dan efisiensi koperasi di era modern.

Dengan rampungnya pelatihan pada awal Agustus 2026, babak baru ekonomi desa berbasis koperasi siap dimulai. Masyarakat diharapkan aktif mengawasi dan memanfaatkan koperasi sebagai alat pemberdayaan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User