Charm Dorong Gaya Hidup Hijau Remaja via Edukasi Menstruasi

PT Uni-Charm Indonesia Tbk, melalui merek pembalut Charm, meluncurkan program School to School Extra Maxi yang mengusung edukasi kesehatan menstruasi sekal

Jul 09, 2026 - 12:52
0 0
Charm Dorong Gaya Hidup Hijau Remaja via Edukasi Menstruasi

PT Uni-Charm Indonesia Tbk, melalui merek pembalut Charm, meluncurkan program School to School Extra Maxi yang mengusung edukasi kesehatan menstruasi sekaligus gaya hidup ramah lingkungan bagi remaja putri. Inisiatif ini hadir saat Indonesia menghadapi masalah limbah produk kebersihan sekali pakai yang terus meningkat. Di Jakarta, program ini dilaksanakan secara bertahap di sekolah-sekolah menengah, dengan target awal 50 sekolah dalam semester ini. Para siswi tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang siklus menstruasi yang sehat, tetapi juga diajak memahami jejak ekologis dari pembalut konvensional yang mereka gunakan setiap bulan. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa memilih produk menstruasi bukan sekadar kenyamanan pribadi, melainkan juga keputusan untuk bumi,” ujar perwakilan Charm dalam peluncuran program.

Analisis Dampak Lingkungan Menstruasi Sekali Pakai

Seperti mengganti kantong plastik dengan tas kain, pergeseran kecil dalam memilih pembalut dapat memberikan efek besar. Data menunjukkan satu individu yang menstruasi rata-rata menggunakan 11.000 hingga 15.000 pembalut atau pantyliner seumur hidupnya. Jika dirata-rata, itu setara dengan 125–150 kg sampah plastik dan serat sintetis yang tidak mudah terurai. Mayoritas pembalut konvensional mengandung polietilen, polipropilen, dan superabsorbent polymer—bahan yang membutuhkan waktu 500–800 tahun untuk terdegradasi di tempat pembuangan akhir. “Sampah menstruasi sering luput dalam diskusi gaya hidup hijau, padahal volume tahunannya di Indonesia bisa mencapai 2 miliar unit,” ungkap Dr. Lestari Nugraha, peneliti lingkungan dari Lembaga Kajian Ekologi Perkotaan. Dengan memasukkan topik ini ke dalam edukasi remaja, Charm membuka percakapan yang lebih luas tentang ekonomi sirkular dalam produk kebersihan.

Teknologi di Balik Pembalut Ramah Lingkungan

Inovasi material menjadi kunci. Seri Charm Extra Maxi yang diperkenalkan dalam program ini mengadopsi teknologi serat alami berbasis bambu pada lapisan permukaan dan inti penyerap, menggantikan sebagian komponen plastik. Lapisan bawah tetap menggunakan material kedap air yang telah didesain oxo-biodegradable, yaitu plastik yang dapat terurai dalam kondisi tertentu berkat aditif pro-degradant. Uji laboratorium internal menunjukkan material ini mulai terfragmentasi dalam 2–3 tahun di lingkungan landfill yang kaya oksigen, meskipun degradasi sempurna tetap memerlukan waktu lebih panjang. Sebagai perbandingan, pembalut konvensional mungkin memerlukan lima kali lipat durasi tersebut. Dengan analogi proses pelapukan kayu vs plastik, teknologi oxo-biodegradable mempercepat pemecahan rantai polimer seperti kayu yang membusuk lebih cepat daripada plastik murni, meskipun bukan solusi sempurna tanpa sistem pengelolaan sampah yang tepat.

Perbandingan Material Pembalut Konvensional dan Charm Eco-Extra Maxi
AspekPembalut KonvensionalCharm Eco-Extra Maxi
Bahan Penyerap UtamaSuperabsorbent polymer (SAP) & pulp kayuCampuran bambu organik & SAP berbasis bio
Lapisan PermukaanPolipropilen (non-woven)Serat bambu viscose & poliester daur ulang
Lapisan Kedap AirFilm polietilenFilm oxo-biodegradable (PE dengan aditif)
KemasanPlastik fleksibel multilayerKertas daur ulang & tinta nabati
Waktu Degradasi (estimasi landfill)500–800 tahun2–5 tahun (fragmentasi awal)
SertifikasiUmum, SNISNI, uji biodegradasi ASTM D6954

Edukasi dan Perubahan Perilaku: Lebih dari Sekadar Produk

Program School to School Extra Maxi tidak berhenti pada pengenalan produk. Charm menggandeng para bidan, psikolog remaja, dan aktivis lingkungan untuk memberikan materi seputar manajemen kebersihan menstruasi, gizi seimbang, serta pemilahan sampah di rumah dan sekolah. Pelatihan berdurasi 90 menit per sesi itu mendorong siswi untuk membawa pulang pengetahuan dan mempraktikkan pemilahan sampah menstruasi organik vs anorganik. Sebagai dampak jangka panjang, Charm menargetkan pembentukan Duta Hijau Muda di setiap sekolah yang akan menyosialisasikan kebiasaan ramah lingkungan kepada teman sebaya. “Pendekatan peer-to-peer sangat efektif karena remaja cenderung meniru figur yang sebaya. Kalau temannya bilang ‘coba pakai ini, lebih ramah lingkungan’, efeknya lebih kuat daripada iklan,” komentar Rina Sativa, psikolog remaja yang terlibat dalam kurikulum program.

Langkah ini menyelaraskan isu kesehatan reproduksi dengan keberlanjutan, menciptakan keterhubungan yang sering terlewat. Saat remaja paham bahwa pilihan pembalut mereka berkaitan langsung dengan volume sampah global dan emisi dari proses produksi, maka kebiasaan konsumsi berpotensi bergeser. Di tengah arus inovasi seperti menstrual cup dan underwear period, Charm memosisikan pembalut ramah lingkungan sebagai gerbang masuk yang paling familiar bagi remaja untuk memulai gaya hidup hijau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User