BANDA ACEH — Hari Donor Darah Sedunia, 170 Kantong Darah Terkumpul di PMI

Memasuki peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh setiap 14 Juni, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menjadi pusat g

Jul 09, 2026 - 13:37
0 0

Memasuki peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh setiap 14 Juni, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menjadi pusat gravitasi aksi kemanusiaan yang melampaui sekadar ritual tahunan. Ratusan warga—mulai dari mahasiswa, pegawai negeri, komunitas motor, hingga ibu rumah tangga—mengalir memadati gedung donor darah sejak pagi hari. Antusiasme ini bukan tanpa hasil: hingga tutupnya kegiatan, petugas berhasil mengumpulkan 170 kantong darah dari para pendonor yang lolos serangkaian pemeriksaan ketat. Jumlah ini menjadi salah satu pencapaian tertinggi PMI Banda Aceh dalam satu hari di luar masa darurat bencana.

Gelombang Pertama: Skrining dan Edukasi Pagi Hari

  1. 07.30 WIB – Petugas PMI mulai membuka meja pendaftaran. Suasana masih lengang, hanya beberapa pendonor loyal yang sudah antre. Dalam setengah jam pertama, puluhan formulir pendaftaran telah terisi.
  2. 08.15 WIB – Tim medis menggelar sesi edukasi singkat di area tunggu. Mereka menjelaskan bahwa setiap tetes darah mampu menyelamatkan hingga tiga nyawa, sembari memproyeksikan data stok darah lokal yang sering kritis saat musim libur. Edukasi ini sekaligus menyaring calon pendonor yang memiliki gaya hidup berisiko, seperti riwayat konsumsi obat tertentu atau tindik baru, yang membuat darah mereka sementara tak bisa digunakan.
  3. 09.00 WIB – Gelombang pendaftar membesar. Ratusan warga mengular ke depan tenda kesehatan, berbekal kartu identitas dan tekad yang sama: mengubah satu jam waktu mereka menjadi kantung harapan bagi pasien tak dikenal. Petugas mengaku sempat kewalahan memproses pendaftaran, namun sistem digital yang mulai diterapkan PMI Banda Aceh—berupa barcode penelusuran kantung darah—mempercepat verifikasi data pendonor.

Puncak Kegiatan: Proses Donor Serentak

  1. 10.30 WIB – Proses pengambilan darah berlangsung di belasan kursi donor yang tersusun rapi di aula utama. Suara detak mesin apheresis bercampur dengan obrolan ringan para pendonor. Beberapa relawan membagikan biskuit dan susu untuk menjaga tekanan darah pasca-donor. Seorang anggota komunitas motor besar yang hadir mengungkapkan, “Kita hanya perlu menyisihkan 350–450 ml darah, tapi dampaknya bisa jadi selisih antara hidup dan mati bagi pasien yang kehabisan trombosit.”
  2. 12.00 WIB – Antrean mencapai puncak. Petugas memutuskan untuk menambah jam operasional hingga pukul 16.00, dua jam lebih lama dari biasanya, demi mengakomodasi pekerja yang baru bisa meluangkan waktu saat jam istirahat. Kendati demikian, ratusan pendaftar harus ditolak sementara karena pembuluh darah mereka sulit diakses, atau kadar hemoglobin mereka tidak memenuhi ambang minimal 12,5 g/dL—standar yang dijaga ketat untuk melindungi kesehatan pendonor itu sendiri.

Rekapitulasi dan Distribusi

Menjelang petang, mesin pendingin darah di laboratorium PMI berisi 170 kantung yang siap melewati proses pemilahan komponen. Darah akan dipisahkan menjadi eritrosit, plasma, dan trombosit—sebuah langkah teknologi medis yang memungkinkan satu kantung darah membantu hingga tiga pasien sekaligus. Dari jumlah tersebut, diprediksi sekitar 510 jiwa bisa mendapatkan terapi darah yang tepat sasaran. Petugas distribusi PMI langsung menjadwalkan pengiriman ke rumah sakit rujukan di Banda Aceh dan sekitarnya, dengan prioritas pada pasien talasemia, ibu melahirkan dengan perdarahan, serta pasien kanker yang memerlukan transfusi rutin.

Tahun ini, Hari Donor Darah Sedunia mengusung tema “One Drop for Tomorrow: Blood Connect the World” yang diterjemahkan menjadi “Setetes Darah, Selamatkan Esok.” Tema ini menekankan bahwa donor darah bukan sekadar respons tanggap darurat, melainkan fondasi kesehatan berkelanjutan bagi siapa pun—karena tak ada yang tahu kapan diri sendiri atau keluarga akan membutuhkannya. PMI Banda Aceh berharap, dengan momentum ini, kesadaran untuk berdonor secara teratur bisa menyebar seluas gelombang antusiasme yang sempat meluber di halaman unit hari ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User