Mashhad — Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza
Mashhad, Iran — Setelah melalui prosesi kenegaraan yang berlangsung khidmat dan dihadiri jutaan pelayat, jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Kha
Mashhad, Iran — Setelah melalui prosesi kenegaraan yang berlangsung khidmat dan dihadiri jutaan pelayat, jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi dikebumikan di kompleks Makam Suci Imam Reza, Mashhad, pada Kamis (10/7/2026). Upacara pemakaman ini menandai berakhirnya babak era kepemimpinan lebih dari tiga dekade di Republik Islam Iran, sekaligus menjadi momen transisi kekuasaan yang krusial di tengah situasi geopolitik yang kompleks.
Prosesi Akbar dari Tehran ke Kota Suci
Rangkaian pemakaman dimulai sejak pagi hari waktu setempat, di mana peti jenazah diterbangkan dari ibu kota Tehran menuju Bandara Internasional Hasheminejad, Mashhad, dengan menggunakan pesawat khusus militer. Setibanya di Mashhad, peti jenazah yang diselimuti bendera Iran itu disambut tembakan salvo kehormatan oleh Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) serta keluarga besar mendiang.
Prosesi selanjutnya membawa jenazah melalui rute protokoler utama menuju Kompleks Haram-e Razavi, tempat makam Imam Reza, Imam Syiah kedelapan, berada. Jalan-jalan protokol dipadati lautan manusia berpakaian hitam yang terus melantunkan yair dan isak tangis, menciptakan pemandangan duka cita massal yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota terbesar kedua Iran itu.
- Keberangkatan dari Tehran: Jenazah diberangkatkan dari Universitas Tehran usai prosesi metropolitan yang dipimpin oleh Penjabat Presiden Mohammad Mokhber dan jajaran ulama senior.
- Penyambutan di Mashhad: Upacara penyambutan militer berlangsung pukul 09.00 waktu setempat, dihadiri Panglima IRGC, Mayor Jenderal Hossein Salami, serta Gubernur Provinsi Khorasan Razavi.
- Pawai Rakyat: Peti jenazah diusung melintasi jarak sekitar 5 kilometer dari Lapangan Shohada menuju Kompleks Haram, dengan massa pelayat diperkirakan mencapai lebih dari 4,5 juta jiwa yang memadati area sekitar makam suci.
Ritual Pensucian dan Kontroversi Tempat Peristirahatan
Sebelum prosesi penurunan jenazah ke liang lahat, dilakukan ritual pensucian (ghusl) dan pengafanan secara tertutup yang hanya dihadiri oleh Marja' Taklid senior serta putra-putra mendiang, termasuk Mojtaba Khamenei yang santer digadang-gadang menjadi penerus. Sumber resmi dari Kantor Kepemimpinan menyatakan bahwa jenazah disucikan menggunakan air Zamzam dan wewangian khusus dari makam suci.
Lokasi pemakaman berada di salah satu sudut terhormat di kompleks Haram, berdekatan dengan makam ulama besar Sheikh Abbas Qomi. Pemerintah Iran sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa area spesifik tersebut telah dipersiapkan selama bertahun-tahun, meskipun ada perdebatan internal di kalangan ulama Qom mengenai layak tidaknya seorang Pemimpin Tertinggi dimakamkan satu kompleks dengan Imam Maksum. Dewan Ahli akhirnya merilis fatwa khusus yang mengizinkan pemakaman dengan alasan jasa mendiang terhadap pelestarian situs suci dan pengembangan kompleks Haram-e Razavi.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Asing
Prosesi ini tidak hanya dihadiri oleh pejabat rezim, tetapi juga delegasi perlawanan dari berbagai negara. Tampak hadir di balkon VIP, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang datang dari pengasingan di Doha, serta Sekretaris Jenderal Hizbullah yang kehadirannya dijaga ketat. Utusan dari Rusia dan China juga terlihat memberikan penghormatan terakhir, sementara negara-negara Barat hanya diwakili oleh kuasa usaha ad interim dari sedikit negara yang masih memiliki hubungan diplomatik dengan Tehran.
Menjelang azan zuhur, prosesi memasuki puncaknya. Dipimpin langsung oleh Ayatollah Ahmad Alamolhoda, Imam Salat Jumat Mashhad, jenazah diturunkan ke liang lahat dengan penghormatan terakhir berupa 21 kali tembakan meriam dari benteng Naderi. Detik-detik penurunan itu disiarkan langsung secara nasional dan disaksikan melalui layar raksasa oleh massa yang tidak dapat memasuki area dalam kompleks.
Penutupan Makam Sementara
Meskipun prosesi telah selesai, Kantor Pusat Astan Quds Razavi mengumumkan bahwa kompleks makam permanen akan terus dibangun dan direnovasi selama 90 hari ke depan. Untuk saat ini, area dimakamkan ditutup dengan kubah sementara berlapis kaca dan logam mulia, sementara ziarah publik akan dibuka secara terbatas mulai Jumat (11/7/2026). Pihak keamanan Iran memberlakukan status siaga maksimum di seluruh area Provinsi Khorasan Razavi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama masa transisi kekuasaan tertinggi.
Dengan selesainya prosesi ini, fokus nasional dan internasional kini beralih pada pertemuan tertutup Dewan Ahli yang akan segera memilih dan mengangkat Pemimpin Tertinggi baru untuk menentukan arah Republik Islam Iran selanjutnya.
[SOCIAL_FB]: Kota Mashhad berubah menjadi lautan manusia berpakaian hitam. Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah dikebumikan dengan kehormatan militer penuh di Kompleks Suci Haram-e Razavi. Prosesi yang berlangsung khidmat ini mengakhiri babak era kepemimpinan lebih dari 30 tahun di Republik Islam, membuka jalan bagi Dewan Ahli untuk menentukan arah politik baru negara tersebut. Bagaimana pandangan Anda tentang estafet kepemimpinan ini? ▪ Jenazah tiba di Kompleks Imam Reza via prosesi militer dan sipil. ▪ +4,5 juta orang hadir dalam prosesi duka massal. ▪ Makam permanen masih dalam konstruksi 90 hari ke depan. ▪ Dewan Ahli bersiap memilih Pemimpin Tertinggi baru. #Iran #TransisiKekuasaan #BeritaHangat [TAGS]: Mashhad, Ali Khamenei, Iran, Pemakaman Kenegaraan, Transisi Kekuasaan
Comments (0)