KLH Prioritaskan Pemulihan Lingkungan di Tiga Provinsi Rawan Karhutla

JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan gerakan nasional pemulihan lingkungan sebagai prioritas utama dengan menyasar tiga provinsi yang di

Jul 11, 2026 - 13:20
0 1
KLH Prioritaskan Pemulihan Lingkungan di Tiga Provinsi Rawan Karhutla
JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan gerakan nasional pemulihan lingkungan sebagai prioritas utama dengan menyasar tiga provinsi yang dinilai paling rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah strategis ini diambil untuk memutus siklus tahunan bencana asap yang kerap melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mengancam kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pendekatan restoratif menjadi kunci dalam menekan angka karhutla secara berkelanjutan. "Kami tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman. Akar masalahnya harus disembuhkan melalui pemulihan ekosistem yang rusak, terutama di lahan-lahan gambut yang menjadi titik api abadi setiap musim kemarau," ujar Hanif dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/7).

Data KLH menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, tercatat 344 kasus karhutla terjadi di tiga provinsi prioritas. Angka ini menyumbang lebih dari 60 persen total kejadian nasional, menjadikan ketiga daerah tersebut sebagai kontributor utama bencana kabut asap lintas batas yang juga berdampak hingga negara tetangga.

Kronologi Penetapan Tiga Provinsi Prioritas

  1. Januari-Maret 2025: KLH melakukan pemetaan ulang titik rawan karhutla menggunakan citra satelit resolusi tinggi dan data historis kejadian selama satu dekade terakhir. Hasil pemetaan menunjukkan konsentrasi titik api tertinggi berada di Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.
  2. April 2025: Tim verifikasi lapangan diterjunkan untuk mengecek kondisi aktual lahan gambut dan tutupan vegetasi. Ditemukan lebih dari 200.000 hektare lahan gambut dalam kondisi kritis akibat kanalisasi dan alih fungsi lahan ilegal.
  3. Mei-Juni 2025: KLH menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), serta pemegang konsesi. Disepakati bahwa ketiga provinsi tersebut akan menjadi lokasi percontohan gerakan nasional pemulihan lingkungan.
  4. Juli 2025: Pengumuman resmi program prioritas diikuti dengan alokasi anggaran awal sebesar Rp1,2 triliun yang bersumber dari APBN dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sektor kehutanan dan perkebunan.

Strategi Pemulihan: Restorasi Gambut dan Reboisasi

KLH menekankan bahwa pemulihan lingkungan tidak sekadar penanaman pohon, melainkan pendekatan holistik yang mencakup tiga pilar utama. Pertama, rewetting atau pembasahan kembali lahan gambut melalui penutupan kanal-kanal drainase ilegal. Kedua, revegetasi dengan spesies asli yang tahan api. Ketiga, revitalisasi mata pencaharian masyarakat agar tidak bergantung pada praktik tebang-bakar untuk membuka lahan.

"Kami targetkan dalam tiga tahun ke depan, 150.000 hektare lahan gambut kritis di tiga provinsi ini kembali basah dan tertutup vegetasi. Ini upaya besar yang membutuhkan kerja sama semua pihak," jelas Hanif.

Langkah Penegakan Hukum Diperketat

Bersamaan dengan gerakan pemulihan, KLH bersama Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Sepanjang semester pertama 2025, sebanyak 17 korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka dan 42 individu ditangkap terkait kasus karhutla di tiga provinsi prioritas.

Sanksi administratif berupa pencabutan izin lingkungan juga mulai diterapkan tanpa toleransi. "Kami sudah mencabut empat izin konsesi perkebunan yang terbukti lalai menjaga lahannya dari kebakaran berulang. Tidak ada lagi peringatan lunak," tegas Hanif.

Antisipasi Puncak Musim Kemarau 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2025 dengan intensitas lebih kering dibanding tahun sebelumnya akibat fenomena El Niño moderat. Pemerintah daerah di tiga provinsi prioritas diminta menetapkan status siaga darurat karhutla paling lambat akhir Juli 2025.

KLH juga menyiapkan 12 helikopter water bombing dan 2 pesawat teknologi modifikasi cuaca yang akan ditempatkan secara permanen di titik-titik strategis. Teknologi modifikasi cuaca difokuskan untuk membasahi lahan gambut sebelum titik api muncul, bukan hanya saat kebakaran terjadi.


[SOCIAL_TWEET]: KLH tetapkan Riau, Kalteng & Sumsel jadi prioritas gerakan pemulihan lingkungan. Target: 150.000 hektare lahan gambut kritis direstorasi dalam 3 tahun. Anggaran Rp1,2 triliun disiapkan. #Karhutla #LingkunganHidup [SOCIAL_TG]: KLH umumkan prioritas nasional pemulihan lingkungan: Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan. 200.000 ha gambut kritis, 17 korporasi jadi tersangka, 4 izin konsesi dicabut. Musim kemarau Agustus-Oktober diprediksi lebih kering.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User