Komnas Perempuan Kecam Keras Aniaya Sadis dan Sekap Pacar di Bandung: Bukan Kasus Asmara, Ini Kekerasan Gender

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengecam dengan keras aksi penganiayaan dan penyekapan tidak manusiawi yang dilakukan oleh Taufik Hidayat (30) terhadap pacarnya,

Jul 08, 2026 - 19:23
0 0
Komnas Perempuan Kecam Keras Aniaya Sadis dan Sekap Pacar di Bandung: Bukan Kasus Asmara, Ini Kekerasan Gender

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengecam dengan keras aksi penganiayaan dan penyekapan tidak manusiawi yang dilakukan oleh Taufik Hidayat (30) terhadap pacarnya, YTR (29), di wilayah Bandung, Jawa Barat. Lembaga ini menegaskan bahwa peristiwa mengerikan yang berlangsung selama tiga tahun tersebut bukanlah sekadar masalah asmara biasa, melainkan bentuk nyata kekerasan berbasis gender yang berakar pada relasi kuasa personal.

Mirisnya, aksi keji yang berlangsung dalam durasi sangat panjang ini sempat luput dari deteksi lingkungan sekitar. Komnas Perempuan menyoroti bagaimana praktik kekerasan dalam ranah privat kerap kali tersembunyi dan sulit diungkap sebelum mencapai titik eskalasi yang fatal.

Tak Manusiawi dan Sulit Dideteksi

Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menyampaikan kecaman resmi terhadap tindakan pelaku yang dinilai telah melampaui batas kemanusiaan tersebut. "Komnas Perempuan mengecam keras tindakan tersebut dan menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan kekerasan berbasis gender dalam relasi personal, bukan kasus asmara," tegas Maria Ulfah dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut, penegasan ini menjadi penting untuk mengubah persepsi publik yang seringkali menyederhanakan penganiayaan dalam hubungan pacaran sebagai konflik pribadi atau cemburu buta. Padahal, penyekapan dan penyiksaan sistematis yang dilakukan Taufik Hidayat jelas mencerminkan pola dominasi dan kontrol yang sangat berbahaya, menjadikan korban sebagai objek kekerasan yang terisolasi total dari dunia luar selama bertahun-tahun.

"Peristiwa ini merupakan kekerasan berbasis gender dalam relasi personal, bukan kasus asmara."

Sesuai laporan yang diterima, pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh pihak berwenang setelah sempat melarikan diri. Aparat kepolisian kini terus mendalami berbagai sudut pandang penyidikan, termasuk menggali motif pelaku yang tega melakukan penyiksaan fisik dan psikis berkepanjangan terhadap korban yang merupakan kekasihnya sendiri. Tim jurnalis Terdepan.id akan terus memantau perkembangan penanganan hukum dalam kasus yang menggemparkan publik ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User